Kombes Pol Wibowo : Pemutihan PKB dan BPKB Memberikan Stimulus Kepada Masyarakat di masa Pandemi


Medan-
Direktur Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Pol Wibowo mengatakan, Pemrov Sumut melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Sumut melaksanakan pemutihan PKB dan Balik Nama Kendaraan Bermotor (BPKB) dimulai tanggal 19 Oktober hingga 14 November 2020. 


"Memberikan stimulus kepada masyarakat di masa pandemi Covid-19," sebut dia, Senin (19/10/2020). 


Dia menyebutkan, pemutihan sanksi administrasi atau denda PKB dan BBNKB tahun 2020 berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 45 Tahun 2020 tentang Keringanan Sanksi Administratif Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). 


Hal ini dalam upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan, mengingat di masa pandemi Covid-19, penerimaan daerah dari sektor ini menurun seiring kondisi ekonomi rakyat yang kurang baik. 


Menurutnya, dalam pelaksanaan yang diselenggarakan di Kantor Ditlantas Polda Sumut, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) kepada masyarakat dan petugas berupa tetap memakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan. 


Kemudian, sebutnya, pihaknya juga telah menyiapkan fasilitas protokol kesehatan bagi masyarakat yang ingin melakukan program pemutihan dan keringanan sanksi adminitrasi BPKB. 


"Kita juga menyiapkan fasilitas prokes berupa tempat cuci tangan," ungkap dia. Wibowo berharap masyarakat yang mengurus program pemerintah ini dapat mematuhi protokol kesehatan. 


"Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan kita bisa kembali menjalankan kehidupan normal," sebutnya. (Indra hsb)

Kapolres Batu Bara Menindak Tegas Pelanggar Tidak Menggunakan Masker, 15 Terjaring dan Beri Hukuman DeteksiNusantara. Id // B. Bara Kapolres batu bara dalam ops Yustisi 2020 kabupaten batu bara menjaring sekitar 15 orang pelanggar tidak menggunakan masker.(sumuttimes/ist) Sumuttimes.co - Kapolres Batu bara Komitment dengan janjinya menindak tegas para pelanggar penggunaan masker. Rabu (16/9/2020). Razia Yustisi tahun 2020 dengan peraturan hukum dan undang undang Gubsu Nomor 34 tahun 2020 terkait pelanggaran masker dan protokol kesehatan di laksanakan di kabupaten Batu bara dengan melibatkan 3 pilar TNI - POLRI dan Pemkab serta seluruh pemuka masyrakat, dilakukan di jalan Lintas Sumatra km 120 - 121 tepatnya di depan mesjid Raya AL. Ridha kota 50 kec.Lima puluh kab. Batu bara sekira pukul 13 30 wib. Dalam Ops Yustisi 2020 kabupaten Batu bara menjaring sekitar 15 orang pelanggar penggunaan masker , terkata gori masyarakat pelintas seperti supir truk sepeda motor, dan para pekerja yang sedang duduk duduk ber istirahat di lokasi taman mesjid Raya kota Lima puluh. Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH, MH yang di dampingi seluruh Perwira Pejabat utama (PJU), Danramil 01 Lima puluh. Kapten inf. R Panjaitan, Camat limapuluh, Kapolsek Lima pulu Iptu .Rusdi SH. juga tokoh agana dan masyarakat kab. Batu bara kepada wartawan mengatakan bahwa setelah dua hari berturut turut kami melakukan Ops yustisi 2020 dengan cara menghimbau dan membagikan masker, maka hari ini kami melakukan penegasan yang di laksanakan di kota terdekat dari Mako polres dengan gabungan 3 pilar, kami melihat Masi ada beberapa masyarakat pengendara dan masyarakat setempat yang terjaring razia masker dengan alasan tertinggal di rumah atau pun di kerjaan karna pada saat razia masyarakat sedang beristirahat dan akan memulai aktifitas kegiatan kerja kembali . Lanjut kapolres, Kami menjaring pelanggar masker sekitar 15 pelanggar dan kami memberi hukuman membersihkan mesjid bagi para wanita muslim , membersihkan gereja bagi wanita kristiani . Untuk pelanggar pria di wajib kan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia , Kapolres berharap hal ini bisa menjadi pelajaran bagi para pelanggar Ops yustisi 2020, dan ini di lakukan untuk kebersamaan kita semua agar kita bisa dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19 juga menjaga kesehatan kita semua. Setelah melakukan Ops Yustisi pelanggar masker di kalangan pengendara dan aktifitas masyarakat di luar nanti nya secara berkala kita akan juga lakukan kepada para pekerja perkantoran dan para pekerja industri juga pertokoan di seluruh wilaya hukum polres batu bara dan kabu paten Batu bara ,tandas nya. Rani ( 30 tahun ) Salah se orang pelanggar masker yang terjaring dalam razia Ops yustisi Mengatakan " Ini memang kesalahan saya dan saya terima hukuman atas kesalahan saya tidak memakai masker, karna memang ini untuk kita semua agar taat tentang protokol kesehatan yang sudah di tetap kan pemerintah untuk sama sama memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini. Karna hukumanya tidak berat kami iklas menjalani sangsi membersikan mesjid selama 10 menit, kan ini terhitung amal untuk kita juga, saya ucap kan terima kasi kepada Bapak Kapolres Batu bara karna sudah menyadarkan kami tentang kesehatan bersama. Tandas nya . Sekitar satu setengah jam Ops Yustisi 2020 di lakukan Polres batu bara, hingga membuat masyarakat banyak juga yang memutar balik kendaraanya karna sedikit takut dengan hukuman menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan alasan sudah lupa , terpantau awak media saat liputan langsung di lokasi. (Sumuttimes/P.Sitorus)

 

DeteksiNusantara. Id // B. Bara

Kapolres batu bara dalam ops Yustisi 2020 kabupaten batu bara menjaring sekitar 15 orang pelanggar tidak menggunakan masker.(sumuttimes/ist)

Sumuttimes.co - Kapolres Batu bara Komitment dengan janjinya menindak tegas para pelanggar penggunaan masker. Rabu (16/9/2020).


 


Razia Yustisi tahun 2020 dengan peraturan hukum dan undang undang  Gubsu Nomor 34  tahun 2020 terkait pelanggaran masker dan protokol kesehatan di laksanakan di kabupaten Batu bara dengan melibatkan 3 pilar TNI - POLRI dan Pemkab serta seluruh pemuka masyrakat, dilakukan di jalan Lintas Sumatra km 120 - 121  tepatnya di depan mesjid  Raya AL. Ridha kota 50  kec.Lima puluh kab. Batu bara sekira pukul 13 30 wib. 


Dalam Ops Yustisi 2020 kabupaten Batu bara menjaring  sekitar 15 orang pelanggar penggunaan masker , terkata gori masyarakat pelintas seperti supir truk  sepeda motor, dan para pekerja yang sedang duduk duduk ber istirahat di lokasi taman mesjid Raya kota Lima puluh. 


Kapolres Batu bara AKBP Ikhwan Lubis SH, MH yang di dampingi seluruh  Perwira Pejabat utama (PJU),  Danramil 01 Lima puluh. Kapten inf. R Panjaitan, Camat limapuluh, Kapolsek Lima pulu Iptu .Rusdi SH. juga tokoh agana dan masyarakat  kab. Batu bara kepada wartawan mengatakan bahwa setelah dua hari berturut turut  kami melakukan Ops yustisi 2020 dengan cara menghimbau dan membagikan masker, maka  hari ini  kami melakukan penegasan  yang di laksanakan di kota terdekat dari Mako polres  dengan gabungan 3 pilar,      kami  melihat Masi ada beberapa masyarakat pengendara dan masyarakat setempat yang terjaring razia masker dengan alasan tertinggal di rumah atau pun di kerjaan karna pada saat razia masyarakat sedang beristirahat dan akan memulai aktifitas kegiatan kerja kembali .


 


Lanjut kapolres,  Kami menjaring pelanggar masker sekitar 15 pelanggar dan kami memberi hukuman membersihkan mesjid bagi para wanita muslim  , membersihkan gereja bagi wanita kristiani . Untuk pelanggar pria di wajib kan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia , 

Kapolres berharap  hal ini bisa menjadi pelajaran bagi para pelanggar Ops yustisi 2020, dan ini di lakukan untuk kebersamaan kita semua  agar kita bisa dapat memutus mata rantai penyebaran Covid 19 juga menjaga kesehatan kita semua.  


Setelah melakukan Ops Yustisi  pelanggar masker di kalangan pengendara dan aktifitas masyarakat di luar nanti nya secara berkala kita akan juga lakukan kepada para pekerja perkantoran dan para pekerja industri  juga pertokoan di seluruh wilaya hukum polres batu bara  dan kabu paten Batu bara ,tandas nya.


 


Rani ( 30 tahun ) Salah se orang pelanggar  masker yang terjaring dalam razia Ops yustisi Mengatakan "  Ini memang kesalahan saya dan  saya terima hukuman  atas kesalahan saya tidak memakai masker,  karna memang ini untuk kita semua agar  taat  tentang protokol kesehatan yang sudah di tetap kan pemerintah untuk sama sama memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini. Karna hukumanya tidak berat kami iklas menjalani sangsi membersikan mesjid selama 10 menit, kan ini terhitung amal untuk kita juga, saya ucap kan terima kasi kepada  Bapak Kapolres Batu bara karna sudah menyadarkan kami tentang kesehatan bersama. Tandas nya .


Sekitar satu setengah jam Ops Yustisi 2020  di lakukan  Polres batu bara, hingga membuat  masyarakat banyak juga yang memutar balik kendaraanya karna sedikit takut dengan hukuman  menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dengan alasan sudah lupa ,  terpantau awak media saat liputan langsung di lokasi. (Sumuttimes/P.Sitorus)

Seorang Pria Meninggal Dunia Akibat Luka Tusukan

DeteksiNusantara.id BELAWAN- Seorang pria bernama Muhammad Rajali (45 tahun) warga jalan Pulau Ambon, Lingkungan VII, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan meninggal dunia usai mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit Prima Husada Cipta (PHC). Korban meninggal dunia akibat luka tusukan di bagian dada sebelah kiri, ketiak sebelah kiri dan lengan sebelah kiri, Kamis (24/9/2020) sore.

DIDUGA MARK" UP PENGGUNAAN DANA BOS TA. 2019 KEPSEK SD NEGERI 101786 LABUHAN DELI AKAN DI LAPORKAN WARTAWAN KE KEJARI DELI SERDANG DAN TIPIKOR POLDASU

DeteksiNusantara.id || DS

Pasca di beritakan kembali oleh wartawan wartaonenews.com m.syafii hrp kepsek upt spf sd negeri 101786 jl Bambu pasar IV helvetia labuhan deli Terkait sekolah yang tidak transfaransi dan mengunakan dana bantuan pemerintah itu berbeda dengan temuan dilapangan dalam pengalokasiannya tidak adanya papan informasi  penggunaan Dana BOS nya TA. 2019 yang  seharusnya wajib di publikasikan  penggunaan anggaran dana bos kepsek SD Negeri 101786 labuhan deli diduga terindikasi kuat korupsi dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS). digunakan tidak  sesuai juknis (petunjuk teknis) BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan melanggar Permendikbud No 8 TA. 2020.


M.Syafii hrp juga menyayangkan kepsek upt spf sd negeri 101786 labuhan deli  sutriani tidak kooperatif ketika di jumpai oleh salah satu awak media, menurutnya sangat alergi kepada wartawan, bukan tampa alasan dimana dirinya sudah tiga kali mencoba mengklarifikasi kasus temuan dugaan korupsi ibu sutriani tetapi tidak berhasil menemui kepsek tersebut, 

Selanjutnya dikarenakan tidak adanya balasan konfirmasi klarifikasi dari Kepsek sutriani kru media kembali melanjutkan konfirmasi melalui pesan WhatsApp selulernya kepada seketaris dinas pendidikan kabupaten deli serdang pak yusnaldi


dengan mempertanyakan     soal kasus kepsek upt spf sd negeri 101786 kecamatan labuhan deli terindikasi mark up penggunaan dana bos ta 2019. Kemudian pak yusnaldi membalas sms wa seluler kru media berucap, Belum bisa saya beri keterangan sebelum memeriksa RAKS dan penata usahaan atau laporan dana bosnya,  ucap m.syafii tapi kenapa abgda kepsek tersebut tidak mau ketemu sm wartawan selalu saja ada alasan untuk menghindar tidak kooperatif, ucap Sekdis kembali ah mungkin itu prasangka Abang saja, bisa saja pas abg datang kepseknya ada kegiatan atau rapat di Kecamatan.

Banyak kepsek yang respon kedatangan kawan media. Bahkan banyak yang bermitra, kemudian kru media menjawab sms wa suleler sekdis pendidikan  Sdh 3 x datang saya berkunjung silaturahmi  ke sekolah buk sutriani dan saya telpon kepsek nya  selalu saja ada alasan di pakam kegiatan bukan rapat di kecamatan abangda, kalau memang bermitra kenapa sama saya tidak mau ketemu kepseknya abangda???...Bukan 3 x ni aja mau ketemu sama kepseknya, pernah sekali saya datang, Saya lihat dia dikantor dalam ruangan nya, tiba - tiba dia lihat saya lari Kepseknya ke arah kamar mandi  dengan alasan mau buang air kecil tapi berjam jam berarti kepseknya berondok abangda dengan kedatangan wartawan ini kepsek yg abangda bilang bermitra


Kalau memang kepsek sutriani tidak merasa bersalah dan tidak terindikasi korupsi, jawab saja sms dari wartawan pertanyaan soal peruntukan penggunaan anggaran dana bos ta 2019 yg sudah di gunakan nya dan di pertanggung jawabkanya, kenapa kepseknya diam bungkam tidak membalas via wa sms dari saya, kenapa musti takut ini kepsek yg abgda bilang bermitra, selanjutnya Sekdis pendidikan kabupaten deli serdang tidak  membalas sms wa seluler wartawan wartaonenews.com.


Dari 11 item/jenis komponen penggunaan dana BOS tahun ajaran 2019,  tersebut dimulai sejak TW 1 hingga TW 4, terlihat beberapa kejanggalan dalam penggunanya dengan totalnya pada  TW 1 sebesar Rp. 60.800.000. TW2 Sebesar Rp. 121.600.000. TW 3 Sebesar Rp.60.800.000. pada TW 4 Sebesar Rp. 61.440.000


Diantaranya, penggunaan dana BOS untuk  kategori Pengembangan Perpustakaan,  pihak kepsek UPT SPF SD Negeri 101786 kec. Labuhan deli menganggarkan pada TW 2 sebesar Rp 62.456.000.


Dalam kategori lainnya yang menganggarkan dengan jumlah nominal yang begitu besar, sehingga menimbulkan kecurigaan Patut di pertanyakan yakni pada kategori Jumlah Dana Pembelian buku  Buku pada TW 2 sebesar Rp 61.726.000


Hal lainnya yakni pada kategori Kegiatan Evaluasi Pembelajaran pada  TW 4 Sebesar Rp 9.287.000.


selanjutnya Untuk kategori pembayaran honor pada TW 1 Sebesar Rp. 25.973.000. pada TW 2 Sebesar Rp. 25.973.000. pada TW 3 Sebesar Rp. 24.427.000. Pada  TW 4 Sebesar Rp.24.413.000 terakhir dalam kategori   pemeliharaan dan perawatan sarana dan pras arana  sekolah pada TW2.  Sebesar Rp. 10.501.000.


Dari semua item yang di konfirmasi klarifikasi oleh media online ini , prihal dugaan penggunaan dana BOS tahun ajaran 2019 oleh pihak kepsek UPT SPF SD Negeri 101786 kec. Labuhan deli terdapat dugaan penyimpangan,  sehingga pihak sekolah terutama kepsek selalu menghindar dan tidak mau untuk di konfirmasi oleh kru media online ini untuk dapat memberi pejelasn yang berimbang dan tak lupa bapak    Zulkarnain Harahap SH,MH  selaku aktivis peduli pendidikan sumatera utara mengharapkan  penegak hukum Polres Deli Serdang khususnya tipikor poldasu segera untuk dapat menindak lanjuti temuan penyimpangan dana bos yang merugikan uang negara.  ( m.Syafii hrp. )

Kapolrestabes Medan Bersama Polsek Pancur Batu Musnahkan Ganja Kering Sebanyak 358 Kg


DeteksiNusantara.id || MEDAN

Dengan disaksikan BNNP Sumut, Kejaksaan Negeri Medan, MUI Kota Medan, Pegiat Anti Narkotika, serta Tokoh Masyarakat, Kapolrestabes Medan musnahkan 358 kg Narkotika jenis Ganja kering di halaman Mapolrestabes Medan, Jumat (28/08/2020).

Berdasarkan Press Release yang langsung di paparkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Riko Sunarko, S.I.K., M.H. tersebut berkat tangkapan pada 14 dan 15 Mei 2020, hasil dari kerja keras Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Polsek Pancur Batu dalam mengungkap peredaran gelap Narkotika di Wilayah Hukum Polrestabes Medan.

Ganja kering senilai 1,7 Milyar tersebut di dapat dari tangan 3 orang tersangka dengan lokasi dua tempat yang berbeda, yakni di Jalan Yayasan Komplek Perumahan Tata Alam, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia dan di Jalan Gatot Subroto/Amal Kelurahan Sei Sekambing D Kecamatan Medan Petisah.

Kombes Pol. Riko Sunarko juga memaparkan, bahwa pengungkapan kasus ganja tersebut, Polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka berinisial IT (35) seorang supir warga Desa Kuta Cane Lama, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

Sedangkan 2 orang tersangka lainnya, yakni SA (56) warga Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia dan MR (47) warga Jalan Gatot Subroto Gang Amal, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah.

"Dari ketiga tersangka, kita berhasil mengamankan barang bukti 6 (enam) kotak kardus yang berisi 114 bal ganja, dengan berat 118 kilogram. Serta 240 bungkus ganja seberat 240 kilogram," kata Kombes Pol Riko Sunarko.

Saat dilaksanakannya kegiatan Press Release, Kapolrestabes Medan juga didampingi Kasat Narkoba AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, S.I.K., M.H. dan juga Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedy Darma, serta para personil Satresnarkoba Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan juga mengungkapkan, dengan tertangkapnya ketiga orang tersangka dan 385 kg barang bukti tersebut, dengan kata lain, Polisi sudah berhasil menyelamatkan  358.000 anak Indonesia.

"Di kesempatan ini, saya mengajak semua pihak, baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh, masyarakat dan para rekan-rekan media serta seluruh elemen bangsa, untuk bersama-sama dan bekerjasama dalam mengungkap peredaran gelap narkoba, khususnya di Kota Medan," ajak orang nomor 1 di Polrestabes Medan itu.

Selain itu, ia juga menegaskan, dalam menindak para pelaku peredaran narkoba di Wilayah Hukumnya, pihaknya bersama Polsek jajaran Polrestabes Medan tidak segan-segan memberikan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku narkoba.

"Kita tidak segan-segan memberikan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku narkoba. Bila diharuskan, kita juga tidak segan-segan menembak pelakunya," tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka kita kenakan Pasal 111 ayat (2) Subsider Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 132 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun serta maksimal  hukuman mati," Jelas Kombes Pol. Riko sembari mengakhiri pemaparannya.(red)

Ditreskrimum Polda Sumut Paparkan Penangkapan Kasus Pencurian Dengan Pemberatan Antar Provinsi


DeteksiNusantara.id || MEDAN

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut mengungkap komplotan perampok nasabah bank lintas propinsi.

Para pelaku juga terlibat dalam kasus yang sama di beberapa propinsi, mereka berhasil diamankan yang bertempatan di hotel Riau.

Sebanyak 5 orang komplotan ditembak dibagian kaki, satu diantaranya terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan dengan berupaya melukai petugas saat dilakukan pengembangan.

Informasi yang diperoleh, tersangka yang tewas yakni Tejar alias Tarjo. Sedangkan tersangka Awaluddin alias Udin, Dodi Cotriko alias Dodi, Heriansyah alias Yansa, dan Suwarto alias Warto, dilumpuhkan dengan tembakan dikakinya.

Kapolda Sumut menyampaikan : Para Pelaku sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan yang dilakukan di tempat yang sama di jalan batu Jong kel.parapat kec. Girsang bolon kab.simalungun , jalan sisimanga raja kel. Kartini kec.rantau Prapat tengah kabupaten dan jalan Ahmad Yani Kel.asuhan kec.siantar timur kota pematang Siantar .

Dalam pembagian hasil pencurian, para tersangka mendapatkan hasil yang berbeda beda dan hasil nya di transfer kekeluarga mereka masing masing .

Dan adapun pelaku lainnya atas nama Jimmy yang berperan memasang paku ke mobil dan mang no yang ikut melakukan pencurian terhadap nasabah bank mandiri rantau perapat berhasil lolos dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polda Sumut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti
– 6 buah paku yang sudah di modifikasi
– 3 unit sepeda motor merk yang Yamaha viksion warna biru , Yamaha Jupiter MX warna merah , dan Honda beat warna putih
– 4 buah helm
– 1buah jaket warna cream
– 1 buah senjata api rakitan

Kapolda Sumut Irjen.Pol.Drs Martuani Sormin Siregar menghimbau kepada masyarakat setiap pengambilan uang yang berjumlah besar di bank meminta bantuan pengawalan polisi untuk menghindari tindak kejahatan perampokan terhadap nasabah bank .

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat, untuk pengambilan uang yang berjumlah besar di bank, bila perlu meminta bantuan terhadap aparat kepolisian untuk menghindari tindak kejahatan perampokan terhadap nasabah bank”.

Pelaku yang berhasil diamankan terjerat dalam pasal 363 KUHP atau ancaman 7 tahun .(red)

Judul : Kecamatan Delitua Marak Togel dan Mesin Tembak Ikan


DeteksiNusantara.id || DELTA

Perjudian jenis Toto Gelap atau yang akrap dikalangan kedai kopi disebut dengan Togel, Jakpot dan Mesin judi berkedok ketangkasan Tembak Ikan bukan lah sebuah rahasia “umum” lagi bagi sejumlah masyarakat bahkan anak anak kecil yang tinggal menetap di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Pasalnya , kian hari aktifitas perjudian semakin hari semakin marak menjamur dan bahkan tak segan segan para bandar judi togel,jakpot dan mesin tembak ikan yang konon kabarnya sejelan beroperasi ini pun sudah menjalar ke kalanganan pedesaan di Kecamatan Delitua .


Bahkan kabarnya para Bandar judi togel dan tembak ikan tersebut pun sudah menempatkan pos pos di warung warung ataupun di lokasi lokasi tertentu untuk menunggu pelanggan bagaikan angkutan umum yang sedang menunggu penumpang / sewa.


Parahnya lagi , aparat penegak hukum di Kecamatan Delitua tersebut diduga melakukan pembiaran dan terkesan tidak peduli terhadap atensi pemberantasan judi dari orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sumatera Utara ialah Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si dalam setiap kegiatan nya menjelaskan bahwa Narkoba ,Judi, Togel dan Seluruh Permainan Judi merupakan musuh bersama dan mantan Kadiv Propam Polri tersebut juga sudah memerintahkan seluruh jajaran Polda Sumatera Utara,
Polres Sejajaran dan Polsek untuk menutup semua lokasi perjudian yang ada di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara .


Anehnya ,hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Bandar Bandar Judi yang meraup keuntungan di Kecamatan Delitua dimana lokasi jalan nya bisnis haram tersebut merupakan wilayah hukum Polsek Delitua Jajaran Polretabes Medan .


Menurut informasi dari narasumber kami yang layak di percaya di lapangan. bahwa diduga perjudian jenis togel, Jakpot dan mesin tembak ikan sudah lama beroperasi di Kelurahan Delitua Timur Kecamatan Delitua ,Jln,Stasiun , Kelurahan Delitua Induk dan di Desa Mekar Sari diduga lokasinya berada di Dusun lll Gg Banteng yang diduga marak Judi Togel dan Tembak Ikan

Sejumlah warga yang kami temui juga berharap kepada Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap semua Bandar judi tembak ikan dan Bandar judi togel singapur dan hongkong yang menjalankan bisnis haramnya utuk memiskinkan warga Kecamatan Delitua .


Kapolsek Delitua Akp Zulkipli Harahap saat di konfirmasi menjelaskan Terima kasih infoŕmasinya.

“Akan kita lidik dan bila benar akan ďitindak hal tersebut merupakan Atensi dari Bapak Kapolda sumut jadi harus ditindak judi ikàn ,togel dan Narkoba . “Pungkas Mantan Wakapolsek Helvetia Tersebut 28/8/2020 .(red)