Dirlantas Polda Sumut Tinjau Longsor Jalan Medan-Brastagi 2 jam yang lalu


MEDAN, DeteksiNusantara.id 


Pihak Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumut melakukan peninjauan longsor yang berada di tepi jalan umum Medan-Berastagi tepatnya di KM 24, Desa Tiang Layar, Kecamatan Pancurbatu.

Peninjauan ini dilakukan langsung oleh Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda didampingi Kasubdit Kamsel AKBP Agustinus Tarigan, Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Sumut Kompol Edi Bona Sinaga.

Kemudian Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny Wilfrid Siregar, Kapolsek Pancurbatu dan Wakasatlantas Polrestabes Medan.

DirtLantas Polda Sumut Kombes Valentino Alfa Tatareda mengimbau, agar masyarakat yang akan dan hendak melintas ke arah jalur wisata Berastagi, Tanah Karo harus lebih berhati-hati dan waspada karena jalan itu masih dalam proses perbaikan dan terjadi longsor lanjutan.

“Kita sangat berharap kepada para pengemudi untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan,” ujar pria dengan melati tiga dipundaknya.

Valentino mengaku, dirinya hanya melakukan pemantauan jalur yang terjadi longsor. Karena, akunya, ini merupakan gawean Satlantas Polrestabes Medan.

Kita bersama-sama memantau jalur yang terkena longsor dan sekarang tengah dilakukan perbaikan agar para pengendara tidak terkendala dengan adanya perbaikan ini,” akunya.

Valentino pun menyatakan untuk mengantisipasi kemacetan, petugas lantas standby untuk mengatur arus lalulintas agar tidak terjadi kemacetan karena perbaikan jalan yang terkena longsor.

“Tim urai akan diturunkan apabila ada terjadi kemacatan di jalur atas Berastagi,” pungkasnya.(indra.hsb)

Nasib BelumBeruntung ,"Pulang Beli Sabu, MI Diringkus Polisi Medan Sunggal"


Medan,DeteksiNusantara.id  


Unit Reskrim Polsek Sunggal menangkap seorang pelaku penyalahguna narkoba di Kampung Lalang(12/1/2021)

Pelaku tersebut adalah laki-laki bernama MI(39) warga Jalan Danau Blidah Kota Binjai. Pelaku ditangkap di Jalan Binjai simpang Kampung Lalang Medan.Hal itu disampaikan Kapolsek Sunggal melalui Kanit Reskrim Polsek Sunggal, AKP Budiman Simanjuntak, Selasa(19/1/2021).

Ia menuturkan penangkapan terhadap pelaku berawal dari tim Opsnal melaksanakan patroli pencegahan kejahatan jalanan, sewaktu tim melintas di TKP terlihat pelaku sedang berdiri dengan membawa tas sandang, karena petugas mencurigai kemudian didekati namun pelaku langsung berupaya melarikan diri sehingga langsung dikejar.

"Setelah berhasil ditangkap, tas sandang yang dibawa pelaku diperiksa dan ditemukan 1 bungkus plastik klip kecil yang diduga berisikan narkotika jenis sabu-sabu milik pelaku yang akan dipakai sendirian," ucapnya.

Selanjutnya pelaku beserta barang bukti berupa 1 bungkus plastik klip yang berisikan sabu- sabu diboyong ke Mako Polsek Sunggal guna proses hukum lebih lanjut.

"Saat ini pelaku ditahan di RTP Polsek Sunggal dan telah melanggar Pasal 114 ayat(1) Subs Pasal 112 ayat(1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," tandasnya.(indra.hsb)

Waka Polrestabes Medan Paparkan 400 Butir Exstasi Hasil Tangkapan Polsek Medan Kota



MEDAN |DeteksiNusantara.id


Tim Reskrim Polsek Medan Kota berhasil mengungkap peredaran 400 butir Narkotika jenis Ekstasi, Sabtu (02/01/2021) sekira pukul 16.30 Wib di Jalan Teratai Kel. Sari Rejo Kec. Medan Polonia.

Wakil Kepala Kepolisian Resort Kota Besar Medan AKBP Irsan Sinuaji SIK,MH didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol Riki Ramadhan SIK dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Ainul Yaqin SIK menjelaskan bahwa, pelaku yang berhasil diamankan Reskrim Polsek Medan Kota adalah seorang wanita berinisial Y (40) warga Medan Binjai Km 16, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang.

Untuk kronologis penangkapan, beber Irsan, berawal dari informasi bahwa akan ada transaksi Narkotika Jenis Pil Ectacy di Jalan Teratai Kel. Sari Rejo Kec. Medan Polonia.

“Atas Informasi tersebut, selanjutnya TIM Reskrim melakukan Penyelidikan di TKP dan pada saat di TKP Team mencurigai seorang Perempuan yang mengendarai Sepada Motor Honda Revo BK 55xx ABQ,” ujar Irsan, Selasa (19/01) sekira pukul 17.00 Wib di Mapolsek Medan Kota.

Dengan cara mengikuti tersangka, lanjut Irsan, secara tiba-tiba, Tim melakukan penyetopan kepada pelaku.

“Hasilnya, saat diperiksa ditemukan satu Plastik yang di bungkus kertas berisi 400 butir Narkotika Jenis Pil Ekstasi,” Jelas Pria Lulusan Akademi Kepolisian 1999.

Lebih Lanjut, Mantan Kapolres Oku Sumsel Palembang tersebut menjelaskan bahwa , Dari Hasil Introgasi, terang Irsan, tersangka mengaku bahwa barang tersebut di ambil dari seorang laki laki yang tidak kenalnya dan tersangka mengaku bahwa temannya berinisial AR yang memerintahkan tersangka mengambil barang tersebut.

“Saat ini, Kapolsek dan Kanit Reskrim masih terus melakukan pengembangan, serta akan mengejar tersangka AR dan pemilik barang haram. Dan guna pemeriksaan lebih lanjut, tersangka Y diamankan di Mapolsek Medan Kota.” Tutup ,Mantan Kapolres Madina ini.(indra.hsb)

Irian Supermarket Menjual Sari Roti Kedaluwarsa



Medan,DeteksiNusantara.id 


Swalayan Irian Supermarket dilaporkan keluarga korban ke Polsek Medan Kota akibat menjual Sari Roti yang telah kedaluwarsa pada Senin (18/1/2021).

Keluarga korban, MSN (65), melaporkan Irian Supermarket Jalan HM Joni, Simpang Pasar Merah dengan nomor laporan STTLP/28/K/I/2021/SPKT/SEK MEDAN KOTA. Korban melaporkan dengan merujuk atas Undang-undang no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Pasal 8.

JS, Tim Investigasi Lembaga Swadaya (LSM) PAKAR, yang mendampingi korban menerangkan kejadian ini bermula dari ibu korban yang beli Sari Roti di Irian Supermarket pada Selasa (5/1/2021) lalu. Sesampainya di rumah, ibu korban baru mengetahui Sari Roti tersebut sudah kedaluwarsa.

"Kedaluwarsanya tanggal 4 Januari 2021, dibeli tanggal 5 Januari 2021. Kok berani sekali pihak Irian Supermarket menjual produk yang sudah kedaluwarsa," ujar JS.

JS berharap agar laporan tersebut ditindaklanjuti pihak kepolisian, sehingga menjadi contoh kepada pengusaha supermarket lain agar tidak menjual barang yang sudah kedaluwarsa.

Tim Investigasi DPN Lembaga Konservasi Lingkungan Hidup (LKLH), Rahmadsyah, mengatakan agar Polsek Medan Kota segera melakukan penyidikan karena apa yang dilakukan Supermarket Irian dengan menjual Sari Roti Kedaluwarsa kepada konsumen adalah perbuatan melanggar hukum.

Rahmadsyah menilai Irian Supermarket telah lalai menjual barang kedaluwarsa. Menurutnya, apabila ada unsur sengaja menjual barang kedaluwarsa, aparat penegak hukum harus menindaklanjuti dengan segera melakukan penyelidikan dan menetapkan Pengusaha Irian Supermarket sebagai tersangka, karena ada sanksi pidana dan perdatanya.

"Pihak Disperindag Kota Medan bersama tim juga harus memantau aktivitas jual beli, khususnya di Irian Supermarket," tegasnya.

"Setiap barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak, dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat diperdagangkan, dipakai, dipergunakan, atau dimanfaatkan oleh konsumen, apabila telah kedaluwarsa sudah tentu akan menimbulkan keresahan kepada konsumen selaku pemakai," lanjutnya.

Ia berharap tidak hanya Polsek Medan Kota, Desperindag Kota Medan juga harus memberikan sanksi bagi pedagang yang menjual barang yang sudah kedaluwarsa. 

"Berkaitan dengan kedaluwarsanya suatu barang, salah satu perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha, khususnya terkait produksi dan perdagangan barang/jasa, menurut Pasal 8 ayat (1) huruf g UU Perlindungan Konsumen, sangat jelas sanksinya," imbuhnya.

Rahmadsyah menerangkan ancaman pidana bagi pelaku usaha yang melanggar larangan tersebut berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen, adalah pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000 (dua miliar rupiah).

"Bukan cuma itu saja cantolan hukumnya, selain ancaman pidana di atas, terhadap pelaku usaha dapat dijatuhkan hukuman tambahan, berupa Pasal 63 UU Perlindungan Konsumen. Apabila barang tersebut telah dicantumkan tanggal kedaluwarsanya namun telah melewati jangka waktu dan masih diperjualbelikan, maka penggunaan atau pemanfaatan barang tersebut sudah tidak baik dan tidak layak dikonsumsi," paparnya.

Ia melanjutkan terkait dengan kondisi barang yang tidak layak untuk dikonsumsi ini, sebagai konsumen memiliki hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan, dan mengonsumsi barang, itu diatur dalam pasal 4 huruf a UU Perlindungan Konsumen. Menurutnya, itu semua mata rantai Perlindungan Konsumen. 

Ditempat terpisah, saat awak media Online DeteksiNusantara.id menemui langsung ke pihak Swalayan Irian Supermarket, miris tidak ada satu pun perwakilan swalayan tersebut dapat ditemui.

Security bernama Johnson Pakpahan mengatakan Humas dan Manager merangkap pengawas di swalayan tersebut tidak ada ditempat.

"Jumpain aja Pak Eka humasnya di Irian Supermarket pusat Marelan sedangkan Manager merangkap pengawas Bu Naomi tidak ada ditempat," tandas Johnson Pakpahan.(Red /indra.hsb)

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi,SIK : Unit Reskrim Berhasil Ciduk Pelaku Curanmor

SUNGGAL | DeteksiNusantara.id


Setelah bekerja keras selama sekitar 2 bulan, akhirnya petugas Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan berhasil meringkus pelaku curanmor an. AS als Ari Pelong (29), warga Jl Binjai km 13,5 Desa Mulio Rejo, saat berada di rumahnya.

Keberhasilan tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH, saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (18/01)

Disampaikan Kanit, penangkapan tersebut berawal dari laporan pengaduan korban INTAN P (34), warga Jl. Mesjid Desa Paya Geli Kec. Sunggal DS, atas pencurian sepeda motor merk Honda Scoopy BK 2055 ABF, yang dialaminya ke Polsek Sunggal pada tanggal 18 Nopember 2020 saat sepeda motor diparkirkan di depan rumah korban.

Setelah menerima laporan pengaduan korban, selanjutnya Tekab Polsek Sunggal melakukan olah TKP dan penyelidikan guna mengumpulkan saksi dan barang bukti.

Dari hasil penyelidikan, diduga kuat bahwa pelaku yg mengambil sepeda motor korban adalah tersangka AS alias Ari Pelong sehingga segera dilakukan pengejaran, namun tersangka AS cukup licin menghindari kejaran petugas.

Namun, tambah Kanit lagi, pada hari Rabu (13/01), petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka sedang berada di rumahnya sehingga langsung dikejar. Setelah dipastikan orang yang dicari sedang berada di rumahnya, petugas langsung menyergap sehingga tersangka tidak berkutik lagi dan mengakui perbuatannya telah mengambil sepeda motor korban. Selain itu, tersangka juga menerangkan telah mengambil sepeda motor yg lain di Pondok Miri Desa Sei Semayang Kec. Sunggal DS, yang mana kedua sepeda motor telah dijual kepada S dan G yang masih kita kejar", imbuhnya lagi.

Dari tersangka berhasil kita amankan barang bukti berupa 1 helai baju kaos warna hitam dan 1 buah kunci letter T sebagai alat yg dipergunakan untuk mengambil sepeda motor, terhadap tersangka AS alias Ari Pelong kita persangkakan melanggar pasal 363 (1) KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara", pungkas Kanit mengakhiri. (indra.hsb)

AKP Budiman Simanjuntak SE MH: Sepasang Kekasih Kami Ciduk , BB : 1 Paket Sabu


Sunggal || DeteksiNusantara.id


Personil Reskrim Polsek Polsek Sunggal Jajaran Polrestabes Medan kembali berhasil bekuk seorang pria dan wanita penyalahguna narkoba BH (25) warga Jln. Bunga asok Kel. Asam kumbang Kec. Medan Selayang, dan NA (28) warga jln Sri gunting Desa sunggal Kanan kec. Sunggal DS pada Selasa (05/01) sekira pukul 16.00 wib di Jl. Sri gunting Desa Sunggal kanan kec Sunggal DS.

Keberhasilan tersebut disampaikan oleh Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH melalui Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak SE MH pada Senin (18/01) Pagi di Mako Polsek Sunggal.

AKP Budiman menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat bahwa disekitar lokasi tersebut sering digunakan sebagai tempat transaksi dan penggunaan narkoba sehingga masyarakat setempat merasa sangat resah.

Menindaklanjuti informasi tersebut, selanjutnya Tekab Polsek Sunggal Polrestabes Medan melakukan penyelidikan guna memastikan informasi tersebut.

Setelah dipastikan kebenarannya, selanjutnya Tekab Polsek Sunggal lakukan patroli, yang mana saat itu team melihat seorang laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan dengan gerak gerik yang mencurigakan, selanjutnya pria tersebut diperiksa dan  ditemukan 1 (satu) plastik klip kecil diduga narkotika jenis sabu-sabu dari genggaman tangan kiri perempuan tersebut dan setelah ditanyai laki laki dan perempuan  tersebut mengaku bernama BH dan NA dan membenarkan 1(satu) plastik klip kecil yang ditemukan dari genggaman tangan kiri NA benar narkotika jenis sabu-sabu miliknya untuk digunakan bersama dengan BH, selanjutnya tersangka dan barang bukti segera diboyong ke Mako Polsek Sunggal guna proses lebih lanjut, tambah Kanit lagi.

"Saat ini, tersangka kita tahan di RTP Polsek Sunggal dan kita persangkakan melanggar pasal 114 ayat (1) Subs 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI  No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara", tandasnya mengakhiri. (indra.hsb)

Pelaku Bongkar Rumah, Diciduk Tekab Polsek Medan Helvetia

Medan,DeteksiNusantara.id 


Unit Reskrim Polsek Helvetia menangkap seorang pelaku pencurian dengan pemberatan atau pencurian dalam kalangan keluarga di Medan (4/1/2021).

Pelaku tersebut adalah laki-laki bernama ROVH(20). Hal itu disampaikan Kapolsek Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean.SH.SIK.MH, melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu Zuhatta Mahadi, pada Selasa(12/1/2021).

Ia mengatakan kejadian berawal saat korban bernama EDYH (26) pada tanggal 23/12/2020, ingin merayakan Tahun Baru di kampungnya, dan saat korban kembali ke rumahnya pada tanggal 04/01/2021 sekira pukul 22.00 wib, korban melihat pintu pagar dan jendela samping rumah sudah terbuka, setelah dicek ternyata barang - barang sudah hilang berupa 1 (satu) unit TV Merk Samsung 50 inci, 1 (satu) unit TV Merk LG 45 inci, 1 (satu) unit TV Merk Sharp 32 inci, 1 (satu) unit Home Teater Merk Samsung dan 1 (satu) buah Tabung Gas ukuran 3 kg, lalu melaporkannya ke Polsek Helvetia.

Atas kejadian tersebut korban membuat Pengaduan ke Polsek Medan Helvetia LP/08/I/2021/SU/POLRESTABES MEDAN/POLSEK MEDAN HELVETIA," ujarnya.

Ia membeberkan, atas laporan korban, Kapolsek bersama anggotanya melakukan penyelidikan dan pengembangan, selanjutnya didapat informasi dimana keberadaan Pelaku utama insial ROVH (20) sedang berada di Warnet Quen Net di Jalan Gaperta Ujung, saat ditangkap dan diinterogasi terhadap pelaku mengakui perbuatannya dan mengatakan saat melakukan aksinya tidak sendiri.

"Hasil keterangan yang didapat, selanjutnya Kapolsek bersama anggotanya melakukan penangkapan kembali terhadap para pelaku MAA (27) CF (30) JS (46) di tempat yang berbeda," paparnya. 

Ia menambahkan disini untuk ROVH (20) merupakan   adik kandung dari korban dan sudah pernah tersangkut perkara tindak pidana pencurian dan kekerasan (jambret) pada tahun 2017 dan saat melalukan aksinya membongkar rumah korban dengan menggunakan 1 (satu) buah Obeng, hasil dari aksinya digunakannya untuk membeli 2 (dua) potong pakaian baju dan 1 (satu) potong celana dan bermain judi online serta membeli Narkotika jenis sabu - sabu untuk dipakainya.

"Untuk pelaku yang belum tertangkap RS, A, dan B, sudah kami kantongi keberadaannya," tandas Zuhatta mengakhiri.(Indra.hsb)