Allamakk!!!... Judi Beromzet Ratusan Juta Perhari,Togel Rizal Kuasai Pangsa Pasar Judi di Wilayah Hukum Belawan









DeteksiNusantara. id /

Tekad pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) untuk memerangi segala bentuk perjudian diwilkum jajarannya sepertinya belum berhasil.


Seperti halnya Praktek judi togel di kawasan Perumnas - I Griya Martubung Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan yang dikelola Rizal beromset ratusan juta per hari. Judi itu berjalan mulus tanpa tersentuh hukum.dan menguasai pangsa pasar dibelawan.

Parahnya lagi judi togel itu beroperasi di depan rumah ibadah dan tak jauh dari gedung SMP Negeri 45 Medan. Sementara Polres Pelabuhan Belawan terkesan melakukan pembiaran terhadap praktek judi togel yang sudah menyebar kedaerah Belawan itu.

Ditambahkan lagi bahwasanya dikota bisnis itu,perjudian togel dan sabung ayam yang dikelola Rizal berada dijalan karo belawan hingga saat ini bebas beroperasi menjalankan usaha bisnis haramnya.dan tidak tersentuh oleh hukum.

Berdasarkan penelusuran awak media ini,bahwasanya bisnis togel yang dikelola Rizal dengan melalui nomor tebakan melalui handphone .Para penulisnya mencari pembeli menggunakan sms (short massage system).Ia selalu memberi persen bagi penulis sebesar 30-35 persen.Dari hasil penjualan togelnya.

Para pembeli jika berhasil menebak nomor togel diberi hadiah Rp 70 ribu (untuk tebakan 2 angka),dan untuk tebakan 3 angka hadiahnya sebesar 500 ribu serta tebakan 4 angka hadiahnya 2,5 juta .Itu dengan harga togel membayar Rp 1000 (seribu rupiah) .Sedangkan untuk para pembeli semuanya melalui SMS dengan handphone.

“Kami para warga selama ini resah dengan keberadaan bisnis togel Rizal,karena tiap malam dia mutar nomor togel, belum lagi judi sabung ayam nya.

"Seharusnya polisi menangkap bandarnya ,jangan hanya penulis yang ditangkapnya,ungkap warga setempat titi papan.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Jerico Lavian Chandra SH SIK,Minggu (23/6).ketika dikonfirmasi terkait masalah judi ini,dirinya menjawab "Ok tks infonya. Coba nanti saya cek kebenarannya, "Katanya.

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H Tobing SIK, mewakili Bapak Kapolrestabes Medan Menghadiri Acara Mahakumbabishegam Sheri Hanuman Kuil Karang Sari Polonia Medan









DeteksiNusantara. id /

Dalam Rangka Undangan Maha Kumbabishegam Shri Hanuman Kuil Karang Sari Polonia Medan*


Turut  di hadiri oleh:
Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing sik
.Kakan Depag kotamadya Medan
.Ketua Parisada Sumut
.Ketua Parisada Kota Medan
.Kepling Lk V,Tokoh Agama dan Masyarakat setempat
.Penganut hindu dari Malaysia dan Singapura                     
.Kanit binmas Polsek Medan baru Iptu Kasir Nasution
,Bhabin kel sarirejo Aiptu Fajar

Adapun rangkaian acara,                     
Penyambutan Kapolsek Medan Baru,
 Ritual Agama  Pemandian Air suci Patung HANOMAN.
Kata Sambutan ketua dari Ketua Parisada.                     
Acara Peninjauan Kolam  ruang patung Hanoman.

Kapolsek medan Baru kompol Martuasah Tobing sik yg mewakili Kapolrestabes Medan Menyampaikan permohonan Maaf Kapolrestabes Medan yg tidak dapat hadir karna ada kegiatan penting lain yg bersamaan

*Kapolsek medan baru menyampaikan pesan bapak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH Sik Msi dimana Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam Agama dan suku harus terus dirawat dalam bingkai NKRI juga Mengucapkan selamat atas peresmian Patung Hanoman dan Pemandian suci tempat beribadah dan semoga umat hindu dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan berbaur dengan masyarakat lain dengan harmonis dan saling membantu dan bertoleransi satu dengan yg lain.(Indra. Hsb)

Allamakk....!!! Anak Durhaka Permak Ibu Tiri Hingga Babak Belur dan Curi Perhiasan Puluhan Juta Rupiah










DeteksiNusantara. id /

Alangkah tak pantas dilakukan oleh seorang anak terhadap ibunya,  Sarinah Siregar warga Jln. Klambir Lima No.162. Kel. Tanjung Gusta Kec. Medan Helvetia, Medan.

Pasalnya wanita yang berprofesi sebagai Pimred disalah satu media online di medan ini, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh anak tirinya. Tidak hanya sampai disitu saja sejumlah harta benda  dan uang tunai yang notabenenya milik korban dibawa kabur oleh para pelaku. Akibat peristiwa tersebut korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.


Diceritakan korban, peristiwa penganiayaan hingga perampasan harta benda dan uang miliknya yang dilakukan oleh para pelaku (anak tirinya), berawal pada Rabu (19/6/2019) sekira pukul 20.30 Wib malam.


"Saat itu saya dan suami saya sedang nonton tv diruangan bawah (garasi), karena memang suami saya dalam kondisi sakit struk, tidak bisa berjalan dan sulit berbicara", ujar korban.
Korban menjelaskan, malam itu sekira pukul 20.30 Wib, pintu rumah korban diketuk hingga ada tiga kali, namun korban tak membuka pintu karena memang yang mengetuk pintu rumahnya tak berbicara sedikitpun. Selanjutnya pintu rumah kembali diketuk, melihat hal itu korban kemudian meneriaki dari dalam siapa yang datang, dan dibalas salah seorang pelaku berteriak dari luar "saya Vera". Karena merasa kenal, korban kemudiaan membuka pintu dan terlihat ada sekitar 12 orang yang datang dengan mengendarai dua mobil dan sepeda motor, termasuk juga anak serta menantu dari anak tirinya, kemudian korban mempersilahkan masuk.
Setelah dipersilahkan masuk, bukan perlakuan baik yang diterima korban dari para pelaku, malahan salah seorang dari pelaku membentak dengan mengatakan "tak perlu kau suruh-suruh kami masuk bukan rumah kau ini", perkataan tersebut dibalas korban dengan jawaban "Loh...kok kasar kali kalian". Namun para pelaku semakin berang dan mencerca korban dengan sejumlah omongan-omongan kotor tak senonoh.
"Saya dimaki-maki dengan sejumlah omongan kotor (tak pantas, tak berselang lama datang Kepala Lingkungan kami, mungkin dipanggil oleh anak tiri saya atau karena mendengar ada keributan, tapi tak menyelesaikan masalah, dan pergi begitu saja", jelas korban.


Karena semakin merasa terancam, korban sempat menelpon polisi dari Polsek Helvetia. Namun setelah dua orang personil polisi berpakaian preman datang, para pelaku mengusir personil polisi yang datang seraya mengatakan "ini urusan keluarga tak perlu dicampuri polisi".


Selanjutnya, sebelum pergi salah seorang personil polisi sempat menasehati para pelaku dengan mengatakan, "jangan ribut-ribut lah, kasian bapak itu lagi sakit". Karena memang suami korban yang notabenenya ayah kandung para pelaku sedang sakit dan tergeletak ditempat tidur.
Setelah kedua personil polisi dari Polsek Helvetia pergi, para pelaku semakin beringas mencerca korban, dengan mengatakan "polisi kek gitu kau panggil, Jendral kau panggil kesini tak ada apa-apanya sama  kami", hardik pelaku, dan spontan menyeret tubuh korban, disuruh menunjukkan barang-barang berharga dimana disimpan. Korban sempat melakukan perlawanan namun tak berdaya karena dikeroyok oleh lebih kurang enam orang pelaku.


Korban sempat beralasan mau tukar pakaian dulu kelantai atas rumahnya, karena memang saat itu korban hanya memakai daster saja. Namun setelah pergi kelantai atas berniat tukar pakaian, para pelaku kembali mengejar dan menyeret serta menjambak rambut korban. Bahkan korban diseret turun tangga hingga dicampakkan keluar rumah.


Tas sandang korban yang sempat diambilnya dilantai atas rumah dirampas pelaku dan dibongkari seraya berkata "mana harta kau simpan semua". Korban juga kemudian diseret kembali serta ditunjang dan dicampakkan keluar rumah. Selanjutnya para pelaku mengunci pintu dari dalam, hingga korban berteriak-teriak menggedor pintu rumah namun tak dihiraukan para pelaku. Diduga saat didalam rumah, para pelaku mengambil membongkari lemari hingga mengambil harta benda milik  korban.
Setelah puas menguras habis harta benda milik korban, para pelaku menaikan orang tuanya yang sedang sakit keatas mobil merk Sigra Merah milik korban dan juga membawa sepeda motor Honda Vario milik korban, selanjutnya membuka pintu garasi dan menggembok kembali pintu tersebut dari luar.


Selanjutnya Korban juga mengatakan sebelum pergi para pelaku sempat mengancam korban dengan mengatakan "kalau dia (korban) masuk kerumah ini lagi kita bakar aja rumahnya", seraya pergi meninggalkan korban begitu saja.


"Saat mereka (para pelaku) mau pergi, sempat aku halangi mobilnya tapi aku mau ditabraknya, selanjutnya aku ambil batu kulempar mobilnya, tapi karena memang saya sudah dianiaya hingga ditunjang dan dipijak-pijak saya tidak berdaya melakukan perlawanan", ucap korban seraya meneteskan air mata.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian uang tunai sebesar Rp.50 Juta yang rencananya akan dipakai untuk merehab rumah, 1 unit mobil merk Sigra warna Merah beserta BPKB dan STNK atas nama korban, 1 unit sepeda motor Honda Vario warna putih merah tahun 2017, BK. 6925 AHC, beserta BPKB atas nama korban, sertipikat rumah di Jalan Kelambir Lima (tkp), surat tanah SK Camat dan notaris atas nama Marasutan Siregar dan surat tanah pernyataan sawah di Sipirok keduanya milik orang tua kandung korban, 2 buah buku nikah, buku tabungan BRI, buku tabungan BNI, kartu BPJS, baju-baju milik korban dan suaminya, 2 buah helm, dan alat pijat Repleksi. Korban juga mengalami memar disekujur tubuh karena dianiaya.


Untuk sementara saat ini kasus tersebut telah dilaporkan korban ke Mapolsek Medan Helvetia yang tertuang dalam surat laporan LP/423/VI/2019/SU/Polrestabes Medan/Sek Mdn Helvetia, pada Rabu tanggal 19 Juni 2019.
"Saya sangat mengharapkan pihak Polisi segera bertindak dan  menangkap para pelaku, karena memang kelakuan anak tiri saya sudah terbilang sadis dan diluar batas kewajaran. Satu hal yang ingin saya sampaikan, harta benda dan uang yang mereka bawa kabur itu hasil jeripayah saya mencari, dengan membuka usaha rental mobil dan juga bekerja, bukan milik bapaknya yang gaji pensiunnya hanya Rp.1 juta 300 ribu/bulan, dan lebih ironinya lagi,, surat tanah milik ibu kandung  saya juga dibawa kabur oleh mereka", beber Sarinah, seraya menambahkan setelah peristiwa tersebut dirinya mengaku sangat terancam dan tak berani pulang kerumahnya, karena takut dibakar oleh anak tirinya.


Sementara itu Kapolsek Helvetia Kompol Trila Murni, SH yang dikonfirmasi lewat sambungan telpon selulernya, Jumat (21/6/2019) sore, terkait tindak lanjut kasus tersebut mengatakan pihaknya  masih melakukan pemanggilan saksi-saksi dan lidik serta proses penyidikan.(Red)


.Polsek Medan Area Ringkus Dua Pemuda Spesialis Curanmor






DeteksiNusantara. id /

Tim Pegasus Polsek Medan Area berhasil meringkus dua pelaku pencurian sepedamotor yang telah beraksi di 10 tempat. Kedua pelaku inipun diberikan tembakan pada bagian kakinya, karena berusaha melawan petugas dan hendak melarikan diri saat hendak ditangkap, Jumat (21/6).


Kedua tersangka yakni Edo Mulia alias Edo (19) warga Pasar V Tembung Dusun Salak Kecamatan Medan Tembung, dan Abdul Azis alias Azis (20) warga Jalan Titi Sewa Benteng Hilir Gang Sejahtra Desa Bandar Klipa Kecamatan Percut Sei Tuan yang diamankan beserta barang bukti 1unit sepedamotor Honda Vario warna merah BK 5553 AGJ milik korbannya, 1 unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam BK 2431 AHH (kenderaan yang digunakan pelaku), 1 buah gunting pemotong dan 2 helai baju yang digunakan pelaku saat melakukan pencurian.


Kapolsek Medan Area yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, terungkapnya aksi kedua pelaku ini bermulua Rabu (19/6) sekira pukul 02.00 Wib, saat itu Tim Pegasus Polsek Medan Area yang dipimpin oleh Kanitreskrim Iptu AL P Tambunan SH dan Panit 2 Ipda MP Hutauruk melaksanakan patroli dan hunting untuk antisipasi 3C di wilayah hukum Polsek Medan Area.


Selanjutnya sekira pukul 04.30 Wib di Jalan AR Hakim Simpang Bromo, Tim Pegasus Area melihat dan mencurigai 4 Orang yang menaiki 3 unit sepedamotor, dikarenakan 1 sepedamotor berboncengan mendorong 2 sepedamotor.


Setelah melihat kedatangan Tim, diduga pelaku langsung melarikan diri sehinga dilakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku Abdul Azis dengan sepedamotor Honda Vario BK 5553 AGJ dan pelaku Ado Mulia di Gang Sosial dari dalam Parit Gang Sosial dengan sepedamotor Honda Street warna Hitam BK 2431 AHH.


Saat diinterogasi, keduanya mengakui telah melakukan pencurian sepedamotor Honda Vario warna hitam BK 5553 AHJ dari Jalan Utama Gang Melati sekira Kamis (20/6) pukul 03.30 Wib. Setelah dicek ternyata benar korban baru kehilangan sepeda motornya dan menunjukkan BPKB serta STNK Asli.


Adapun peran para pelaku yakni pelaku berinisial K (belum tertangkap) bersama E (belum tertangkap) masuk ke dalam teras rumah, selanjutnya membuka pintu teras yg tidak tergembok dan memotong gembok di cakram sepeda motor dan mematahkan kunci stang dengan menggunakan kaki.


Selanjutnya Tersangka Abdul Azis mengawasi dan memantau situasi, dengan menunggu diatas sepeda motor honda Beat Street warna Hitam BK 2431 AHH dan Tersangka Edo Mulia menunggu diatas sepeda motor Honda Beat Warna Putih.


Setelah berhasil mengambil sepeda motor, pelaku Edo Mulia menaiki sepeda motor hasil curian dan didorong oleh Tersangka Abdul Azis dengan menggunakan kaki.


Dari hasil pengembangan pelaku, sudah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak 10 kali yakni di Jalan Jermal 11 Awal bulan Juni 2019 dari depan rumah jenis RX King Warna Hitam les Emas Pelaku Tama, Eko dan Abdul Azis dijual oleh Azis kepada Andre dengan harga Rp. 2.500.000.


Selain itu di Jalan Pelajar Ujung lewat peasantren sekira bulan Juni 2019, dengan mencuri Honda Beat Stret warna Hitam, pelaku Azis, Eko, Tama, dan dijual oleh Azis kepada Andre sebesar Rp. 3.800.000. Jalan Pasar III Kost Sandos didepan Pertamini Sekira bulan Juni 2019, mencuri sepedamotor jenis Beat warna Biru Putih, pelaku Eko, Azis dan Deni dijual oleh Azis kepada Andre Rp. 3.500.000.


Jalan Titi Sewa dari teras rumah sekira bulan Juni 2019 Jenis VIXION warna Merah, pelaku Azis, Eko dan Tama, unit dijual Azis kepada Andre Rp. 2.000.000. Di Jalan Titi Sewa Gang Seroja 1, mencuri jenis Honda Vario warna pink sekira bulan Juni 2019, pelaku Aziz, Eko dan Tama dijual oleh Azis kepada Andre Rp. 2.500.000.


Jalan Pimpinan Pancing dipinggir jalan sekira bulan maret 2019, jenis honda Vario warna pink, pelaku Azis, Eko, Tama, dijual oleh Azis kepada Andre Rp. 2.000.000. Jalan Titi Sewa Gang Seroja dari dalam garasi sekira Februari 2019 jenis Honda Vario warna Pink, pelaku Azis, Eko dan Tama, dijual oleh Azis kepada Andre seharga Rp. 2.500.000.


Jalan Bagan Percut sekira bulan Maret, mencuri jenis Scopy warna Merah, pelaku Azis, Rio, Yudi dan Fahmi, dijual kepada Andre seharga Rp 5.000.000. Jalan Pancing Komplek MMTC sekira bulan Juni 2019, pelaku Edo, Eko, Deni, dijual oleh Eko kepada Andre seharga Rp. 1.000.000.


“Saat melakukan pengembangan terhadap penadah Andre, pelaku Abdul Azis dan Edo hendak melarikan diri, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan menembak kaki pelaku. Kini pelaku berikut barang bukti telah diamankan ke Polsek Medan Area untuk proses hukum selanjutnya,” Ungkap Kapolsek.

Dalam Seminggu Polsek Medan Labuhan Berhasil Meringkus 5 Pengedar Sabu







DeteksiNusantara. id /

BELAWAN-Sepekan terakhir, Polsek Medan Labuhan berhasil meringkus lima pengedar sabu di wilayah hukumnya, Kamis (20/6/2019).

Kelima pengedar sabu yang dimaksud ialah Dedek Muliansyah (30) warga Jalan Pasar II Barat Lingkungan IV Kelurhan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Kemudian, Anto (24) warga Lingkungan VI Kelurhan Sei Mati, Ahmad (41) warga Lingkungan 17 Kelurahan Sei Mati, Kecamtan Medan Labuhan. Selajutnya, Ferry Kurniawan (35) warga Pasar II Barat Gang Abadi Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.

Terkahir, Dani Ombara (37) warga Jalan Veteran Pasar IX Gang Melur Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli.

"Pengungkapan ini berdasarkan informasi dari masyarakat," ujar Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan Lubis didampingi, Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari dalam siaran persnya yang dihimpun wartawan.

Selain itu, mantan Kasubdit Indag Ditreskrimus Polda Sumut ini menegaskan, selain menciduk para kurir barang haram tersebut, pihaknya juga memaparkan sejumlah barang bukti.


"Barang bukti yang dipaparkan yakni, Lima paket sabu, dua buah timbangan elektrik, tiga unit telepon seluler, sepeda motor Yamaha Mio pelat BK 6923 AGU, sebuah gunting, sendok sekop dari plastik, jarum spit dan uang tunai senilai Rp. 250.000 ," tegas AKBP Ikhwan.


Sekaitan dengan itu, Kapolsek Medan Labuhan, AKP Edy Safari SH mengatakan, total barang bukti dari lima pengedar yang diamankan 128,5 gram sabu-sabu.


"Barang haram itu merupakan kepemilikan dari para pelaku narkoba yang diamankan saat akan bertransaksi," ujar mantan Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan ini.


Saat ini, Edy menerangkan, seluruh tersangka yang terlibat tindak pidana peredaran narkoba langsung dijebloskan ke juruji pengap Polsek Medan Labuhan.


"Imbas perbuatanya, mereka kita jerat pasal 114 Yo 111 dan 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba," terang mantan Kapolsek Tanjung Morawa ini.


Ditambahkanya, untuk menimalisirkan peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Belawan khusunya Polsek Medan Labuhan, pihaknya akan menangkap Bandar dan pengedarnya.


"Seperti diketahui, narkoba merupakan musuh besar bangsa Indonesia. Oleh karenanya, bandar dan pengedar yang berada di wilayah hukum Polsek Medan Labuhan akan terus dilakukan penangkapan," tandasnya.(Indra. Hsb)

*Kapolri Menerima Courtesy Call Dubes Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka*







DeteksiNusantara. id /

Rabu,  19 Juni 2019, pada pukul 10.00 WIB,  Kapolri, Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. didampingi Kadiv Hubinter Polri dan Kadensus 88 AT menerima Courtesy Call Dubes Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka H. E. Mr. Dharshana M. Perera beserta rombongan di ruang tamu Kapolri.

Tentunya kunjungannya ini dalam rangka meningkatkan kerjasama dan talisilaturahmi antara Polri dengan Kepolisian Sri Lanka, serta yang utama adalah membahas tentang penanganan aksi terorisme pasca kejadian aksi teror yang terjadi di Sri Lanka pada tanggal 21 April 2019 silam.

Dubes Sri Lanka menyampaikan bahwa saat ini sudah memiliki Spesial Tack Force penanganan aksi teror dan sudah ada kerjasama dan pelatihan di JCLEC, namun Dubes Sri Lanka menginginkan untuk meningkatkan kembali kemampuannya dalam penanganan terorisme melalui pertukaran informasi dan pelatihan khusus yang langsung dibimbing oleh Polri.

Kapolri menyambut hangat kunjungannya selama di Mabes Polri serta akan segera menindaklanjuti kerjasama dan pelatihan yang akan diberikan oleh Polri serta berharap agar hubungan antara Kepolisian Sri Lanka dengan Polri lebih baik lagi.

Kegiatan diakhiri dengan penukaran cinderamata dan Foto bersama.(Indra. Hsb)

Guna Mempererat Tali Silaturahmi, Dandim 0201/BS Kunjungi Nahdlatul Ulama Kota Medan






   


DeteksiNusantara. id / Mdn

Untuk mempererat hubungan tali silaturrahmi antara Ulama, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0201/BS Kolonel Inf Yudha Rismansyah, melaksanakan kunjungan silaturahmi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kota Medan, Rabu (19/6/2018) di Jalan Palang Merah No. 80 Medan. Kehadiran Dandim 0201/BS bersama staf disambut hangat oleh Pengurus Cabang NU Kota Medan. 


Silaturrahmi dengan tema "Meningkatkan rasa persahabatan dan persaudaraan antar umat dan senantiasa menjaga kondisi yang kondusif antar umat beragama serta ulama sebagai garda terdepan dalam upaya  meningkatkan silahturrahmi antar umat manusia" ini berjalan akrab dan santun.


Dalam kegiatan silaturrahmi tersebut, nampak terlihat Dandim 0201/BS dengan penuh santun mengobrol dengan pengurus NU layaknya seperti keluarga dekat.


Dalam pertemuan tersebut, Dandim 0201/BS memohon do'a dari pengurus NU agar Kota Medan tetap kondusif dan  berjalan aman serta sejuk dan damai pasca Pemilu.


Dandim juga berharap dengan kehadirannya di Kantor NU kota Medan semoga tali silaturrahmi tetap terjaga dan semakin erat. Harapannya, Dandim mohon bimbingan, arahan dan doa agar tugasnya berjalan lancar sesuai harapan.


"Saya harapkan kota Medan tetap kondusif dan kerukunan antar umat beragama di kota yang hitrogen ini benar - benar saling menghormati sehingga terwujudnya kondusifitas wilayah dan kerukunan di Bumi Pancasila ini," sebut Dandim.


Sementara, para pengurus NU Kota Medan selalu mendo'akan sekaligus mendukung penuh TNI dalam menjalankan tugasnya.


Harapannya, Pengurus NU dan anggota meminta Dandim tetap saling menjalin komunikasi dengan pihaknya. (Red /Indra. Hsb)