SatNarkoba Polrestabes Medan Musnahkan Barangbukti 67 Kilogram Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi Atas Kerjasama Polsek Medan Baru, Patumbak dan Kutalimbaru



DeteksiNusantara.id || MEDAN

Polrestabes Medan beserta Polsek jajaran memusnahkan 67 Kg Narkoba jenis sabu-sabu dan 10 ribu butir pil Ekstasi hasil sitaan dari 12 orang tersangkanya.

Pemusnahan barang bukti yang digelar di halaman Mako Satres Narkoba Polrestabes Medan, Rabu (05/08/2020).

Pemusnahan barangbukti tersebut dihadiri langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko juga turut didampingi Wakasatres Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Doly Nelson Nainggolan, Jaksa Penuntut Umum (JPU), kuasa hukum tersangka serta tokoh masyarakat, tokoh agama dan penggiat anti Narkoba.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebelum barang bukti tersebut dimusnahkan dengan cara direbus ke dalam dandang besar berisikan air mendidih, barang haram yang nilainya mencapai Rp 68,5 miliar itupun terlebih dahulu dites oleh tim Labfor Polda Sumut guna mengetahui secara bersama-sama kalau barang bukti yang dimusnahkan tersebut memang benar-benar Narkoba.

“Barang bukti ini merupakan hasil sitaan dari 6 laporan polisi dengan mengamankan 12 orang tersangkanya, “terang Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko seraya menambahkan kalau kasus ini merupakan hasil ungkapan dari Satres Narkoba Polrestabes Medan, Polsek Medan Baru, Polsek Kutalimbaru, Polsek Patumbak dan Polsek Sunggal.

Adapun keenam laporan polisi tersebut, pertama LP/1388/VI/2020/NKB 28 Juni 2020, petugas berhasil mengamankan 3 orang tersangka yakni HI alias Bombom, B alias Aphen dan TH dari Jalan Indra Pura, Kota Indra Pura, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan menyita 2 Kg sabu sebagai barang buktinya.

Lalu sambung Kapolrestabes Medan, LP/1505/VII/2020/NKB 14 Juli 2020. Di mana dari kasus ini, tersangka S alias Kibo berhasil di bekuk dari Komplek Tasbih II Blok II, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumut dengan barang buktinya 1 Kg Sabu.

“LP yang ketiga, LP/1493/VII/2020 NKB 14 Juli 2020 dengan tersangkanya A alias Wani yang tertangkap di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Batu Malenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut dengan menyita 4 Kg Sabu, “paparnya.

Kemudian personel Polsek Medan Baru juga berhasil mengamankan 4 orang tersangka yang berinisial RS, HA, W dan MRF dari Jalan Wahid Hasyim, Kota Medan, Provinsi Sumut dengan menyita 40 Kg sabu-sabu.

Lalu LP yang kelima dengan LP/1514/VII/2020/NKB 18 Juli 2020 dengan tersangkanya F alias Feri, SA alias Surya yang di bekuk dari parkiran masjid di Jalan Binjai, Kota Binjai, Provinsi Sumut dengan barang buktinya 5 Kg sabu-sabu, serta LP/1523/VII/2020/NKB 20 Juli 2020 dengan menangkap tersangka T alias Tar dari Komplek EMCO Jalan Swadaya Gang Pelangi, Kelurahan Lalang, Kecamatan Sunggal, Kota Medan, Provinsi Sumut dengan barang  buktinya seberat 15 Kg sabu dan 10 ribu butir pil Ekstasi. (red/bravo)

Peras Anggota DPRD Lewat Medsos, Poldasu Bekuk 3 Polisi Gadungan


DeteksiNusantara.id

MEDAN - Tim Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut menangkap kelompok jaringan penipuan, pemerasan, dan penyebaran konten yang mengandung pornografi melalui media sosial.
Dalam penangkapan kelompok jaringan itu, petugas mengamankan tiga orang tersangka berinisial JN alias Abang, PB, dan RA.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Rabu (5/8), mengatakan awalnya salah seorang anggota DPRD di Sumut melaporkan ke Dit Reskrimsus Polda Sumut telah ditipu serta diperas melalui media sosial dengan akun seorang anggota Polri berpangkat AKBP Eligius Fernatubun.

"Setelah menerima laporan itu, Tim Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap akun media sosial tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Nainggolan menyebutkan dari hasil pemeriksaan ternyata akun media sosial AKBP Eligius Fernatubun bodong atau tidak benar.

"Setelah diketahui akun medsos itu bodong, petugas langsung menangkap tiga pelaku di daerah Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau," sebutnya.

Nainggolan menerangkan, dari hasil pemeriksaan ke tiga tersangka telah menerima uang hasil kejahatan melalui bukti transfer dari korban anggota DPRD tersebut. Selain itu, turut disita barang bukti device berupa handphone android yang dipergunakan para pelaku untuk melancarkan aksinya.

"Ke tiga tersangka telah ditahan di Dit Reskrimsus Poldasu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terancam hukuman di atas 6 tahun penjara," pungkasnya.(red/bravo)

Peras Anggota DPRD Lewat Medsos, Poldasu Bekuk 3 Polisi Gadungan


DeteksiNusantara.id
MEDAN - Tim Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut menangkap kelompok jaringan penipuan, pemerasan, dan penyebaran konten yang mengandung pornografi melalui media sosial.

Dalam penangkapan kelompok jaringan itu, petugas mengamankan tiga orang tersangka berinisial JN alias Abang, PB, dan RA.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Rabu (5/8), mengatakan awalnya salah seorang anggota DPRD di Sumut melaporkan ke Dit Reskrimsus Polda Sumut telah ditipu serta diperas melalui media sosial dengan akun seorang anggota Polri berpangkat AKBP Eligius Fernatubun.

"Setelah menerima laporan itu, Tim Subdit Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut bergerak cepat melakukan pemeriksaan terhadap akun media sosial tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Nainggolan menyebutkan dari hasil pemeriksaan ternyata akun media sosial AKBP Eligius Fernatubun bodong atau tidak benar.

"Setelah diketahui akun medsos itu bodong, petugas langsung menangkap tiga pelaku di daerah Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau," sebutnya.

Nainggolan menerangkan, dari hasil pemeriksaan ke tiga tersangka telah menerima uang hasil kejahatan melalui bukti transfer dari korban anggota DPRD tersebut. Selain itu, turut disita barang bukti device berupa handphone android yang dipergunakan para pelaku untuk melancarkan aksinya.

"Ke tiga tersangka telah ditahan di Dit Reskrimsus Poldasu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan terancam hukuman di atas 6 tahun penjara," pungkasnya.(red)

6 Bulan Tidak Ada Kabar , Kapolda Sumut Akan Lakukan Gelar Kasus Kebakaran Rumah Wartawan di Pancur Batu


DeteksiNusantara.id // MEDAN

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si menjelaskan ,”akan segera perintahkan untuk digelar kasusnya di Polda untuk mengetahui apa yang menjadi kendala penyidikan dalam pengungkapan kasus kebakaran rumah wartawan di Pancur Batu.

Hal tersebut dijelaskan Kapolda melalui pesan pribadi kepada wartawan(3/8/2020) Malam Pukul 21.30 Wib .

Diketahui bahwa , “ Sekeluarga korban kebakaran di Pancur Batu menilai penanganan kasus kebakaran rumah yang dihuni oleh Leo Depari Wartawan Media Online sangat mengecewakan. Pasalnya,sudah mendekati setengah tahun (6 Bulan) dari hari pasca peristiwa kebakaran , polisi masih belum bisa menangkap pelakunya. Menurut keluarga korban , lambannya penanganan sepertinya disebabkan kepolisian  dalam hal ini Polsek Pancur Batu tidak serius menanganan kasus ini .

Keluarga menilai kasus tersebut merupakan salah satu kasus teror kepada Jurnalis / Wartawan di Provinsi Sumut , sebagai bentuk teror terhadap Jurnalis . "Seharusnya kasus ini harus segera dapat diungkap pihak kepolisian jajaran Polda Sumatera Utara agar semua pihak tau apa motif dan siapa di balik aksi terkutuk dan menjijikan ini 

Sebagai peristiwa teror terhadap “Leo”yang merupakan wartawan . namun penanganannya sangat mengecewakan.Padahal Leo Merupakan wartawan yang aktif meliput kegiatan Kepolisian di Kota Medan . Selain itu, Keluarga Leo juga mempertanyakan soal kendala penanganan kasus. Sebab dia memandang kepolisian memiliki infrastruktur yang memadai untuk mengungkap dan menuntaskan Kebakaran Rumah Wartawan di Pancur Batu . Dalam beberapa kasus yang lebih rumit seperti Begal dan Perampok kata keluarga korban polisi berhasil mengidentifikasi pelaku, bahkan menelusuri seluruh jaringan yang diduga terlibat. "Kepolisian secara infrastruktur sangat lengkap seharusnya bisa membongkar apalagi hanya kasus kebakaran rumah wartawan di Pancur Batu .

Misalnya kasus begal dan perampok jalanan mereka (polisi) bisa melacak," ucapnya. "Kami mendorong kepolisian menuntaskan dengan bukti-bukti yang ada. Saya rasa masyarakat akan kecewa jika tak bisa ungkap kasus kebakaran rumah kami ini . karena dulunya rumah tersebut merupakan peninggalan alm orang tua kami ," kata Ayah Kandung Leo.

Kebakaran rumah wartawan di Desa Namorih Pancur Batu terjadi pada tanggal 2 Februari 2020 , sekitar pukul 03.30

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu AKP Syahril saat di konfirmasi menjelaskan bahwa Polsek Pancur Batu “Masi” menyelidiki kasus tersebut padahal sudah 6 bulan kasus tersebut . saat disinggung mengenai kapan akan diungkap, Kanit tersebut menjelaskan “kami berupaya mengungkapnya”(29/7/2020)
(red/bravo)

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si : Akan Kita Perintahkan Untuk Segera di Gelar Kasus Kebakaran Rumah Wartawan di Pancur Batu



DeteksiNusantara.id // MEDAN

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si menjelaskan ,”akan segera perintahkan untuk digelar kasusnya di Polda untuk mengetahui apa yang menjadi kendala penyidikan dalam pengungkapan kasus kebakaran rumah wartawan di Pancur Batu.

Hal tersebut dijelaskan Kapolda melalui pesan pribadi kepada wartawan(3/8/2020) Malam Pukul 21.30 Wib .


Diketahui bahwa , “ Sekeluarga korban kebakaran di Pancur Batu menilai penanganan kasus kebakaran rumah yang dihuni oleh Leo Depari Wartawan Media Online sangat mengecewakan. Pasalnya,sudah mendekati setengah tahun (6 Bulan) dari hari pasca peristiwa kebakaran , polisi masih belum bisa menangkap pelakunya. Menurut keluarga korban , lambannya penanganan sepertinya disebabkan kepolisian  dalam hal ini Polsek Pancur Batu tidak serius menanganan kasus ini .

Keluarga menilai kasus tersebut merupakan salah satu kasus teror kepada Jurnalis / Wartawan di Provinsi Sumut , sebagai bentuk teror terhadap Jurnalis . "Seharusnya kasus ini harus segera dapat diungkap pihak kepolisian jajaran Polda Sumatera Utara agar semua pihak tau apa motif dan siapa di balik aksi terkutuk dan menjijikan ini 

Sebagai peristiwa teror terhadap “Leo”yang merupakan wartawan . namun penanganannya sangat mengecewakan.Padahal Leo Merupakan wartawan yang aktif meliput kegiatan Kepolisian di Kota Medan . Selain itu, Keluarga Leo juga mempertanyakan soal kendala penanganan kasus. Sebab dia memandang kepolisian memiliki infrastruktur yang memadai untuk mengungkap dan menuntaskan Kebakaran Rumah Wartawan di Pancur Batu . Dalam beberapa kasus yang lebih rumit seperti Begal dan Perampok kata keluarga korban polisi berhasil mengidentifikasi pelaku, bahkan menelusuri seluruh jaringan yang diduga terlibat. "Kepolisian secara infrastruktur sangat lengkap seharusnya bisa membongkar apalagi hanya kasus kebakaran rumah wartawan di Pancur Batu .


Misalnya kasus begal dan perampok jalanan mereka (polisi) bisa melacak," ucapnya. "Kami mendorong kepolisian menuntaskan dengan bukti-bukti yang ada. Saya rasa masyarakat akan kecewa jika tak bisa ungkap kasus kebakaran rumah kami ini . karena dulunya rumah tersebut merupakan peninggalan alm orang tua kami ," kata Ayah Kandung Leo.

Kebakaran rumah wartawan di Desa Namorih Pancur Batu terjadi pada tanggal 2 Februari 2020 , sekitar pukul 03.30

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu AKP Syahril saat di konfirmasi menjelaskan bahwa Polsek Pancur Batu “Masi” menyelidiki kasus tersebut padahal sudah 6 bulan kasus tersebut . saat disinggung mengenai kapan akan diungkap, Kanit tersebut menjelaskan “kami berupaya mengungkapnya”(29/7/2020)
(red/bravo)

Oknum Polisi Poldasu Aniaya Seorang Pria Anak 1

MEDAN - DeteksiNusantara. id

Aksi arogan oknum aparat kepolisian kembali terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara. Korban, pria anak satu dianiaya hingga mengalami luka - luka. Berharap keadilan, Korban lalu melaporkan peristiwa tersebut ke markas kepolisian daerah Sumatera Utara.

Kepada wartawan, Selasa (28/07/2020) siang itu di markas kepolisian daerah Sumatera Utara, Korban  Ruslan Efendi (33) warga Jalan Mawar, Dusun II, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara mengatakan, Peristiwa penganiayaan terhadap dirinya terjadi, Jum'at (24/07/2020) malam kemarin.

Pelaku diketahui merupakan seorang oknum polisi berinisial J, berpangkat Briptu dan bertugas di Direktorat Reserse Narkoba kepolisian daerah Sumatera Utara. Malam saat kejadian, Ruslan berada di rumah istrinya Jalan Sei Gabang, Sei Sikambing, Kecamatan Medan Petisah. Selang beberapa menit di rumah sang istri, Pelaku datang
[28/7 17:36] Riki Warta: dan marah - marah. Selanjutnya pelaku mencekik leher Ruslan dan membabi buta melakukan pemukulan hingga akhirnya Ruslan mengalami luka memar pada bagian tubuhnya.

"Malam itu sekira jam2 setengah 11 malam, Saya dan dua teman saya lagi berkunjung ke rumah istri saya. Memang hubungan saya sama istri agak renggang, Tapi kami belum cerai, ini surat nikah kami ada. Tp tak berapa lama, datang si J itu. Dia datang naik kereta matic. Trus saya dimobnya, dicekiknya dan dibantingnya Bg. Karena kami tau dia polisi, lalu kami melapor ke poldasu," ungkap Ruslan Efendi sembari memperlihatkan luka di tubuhnya.

Laporan Ruslan Efendi ke markas kepolisian daerah Sumatera Utara diterima polisi dengan surat tanda bukti laporan polisi bernomor, Nomor : STTLP / 1369 / VII / 2020 / Sumut / SPKT III ditandatangani Kompol Nurdin Wagito, Ka Siaga III SPKT Poldasu. Ruslan berharap pelaku penganiayaan terhadap dirinya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI). Selain itu, Korban penganiayaan tersebut juga memohon kepada kepala kepolisian daerah Sumatera Utara untuk dapat memberikan tindakkan tegas terhadap oknum polisi yang telah bertindak arogan tersebut.

"Harapan saya, pelaku bisa diproses hukum walaupun dia seorang polisi. Saya juga mohon kepada Bpk Kapoldasu untuk menindak anggota polisi tersebut," harap Ruslan Efendi. (red)

Wilayah Hukum Polsek Pancur Batu Marak Mesin Judi Tembak Ikan , Warga Minta Kapolrestabes Medan Segera Tutup


DeteksiNusantara.id || P. Batu

Menyambut New normal akibat pandemic covid 19 di wilayah Kecamatan Pancur Batu aktifitas Perjudian semakin marak dan mengganas beroperasi di wilayah hukum Polsek Pancur Batu Jajaran Polrestabes Medan . Bahkan tak segan segan ,sekarang ini para bandar judi mesin ketangkasan yang dapat merogoh kocek para pemain nya hingga puluhan juta rupiah ini pun sudah mulai muncul dan beropasi di wiliayah pedesaan dan semakin terang terangan beroprasi seolah olah bisnis haram tesebut resmi beroprasi dan sudah mengantongi ijin dari Pihak Aparat keamanan yang ada di Sumatera Utara

Praktik perjudian ini bahkan merayap sampai ke polosok desa, sementara aparat penegak hukum setempat dalam hal ini Polsek Pancur Batu seakan akan melakukan pembiaran alias “tutup mata”

Menurut Informasi yang kami himpun dilapangan dari narasumber yang layak kami percaya bahwa , judi tidak hanya beroperasi diwilayah kota malainkan sudah menyebar ke pelosok desa, seperti halnya judi mesin ikan yang dioperasikan di Jalan Jamin Ginting Km 14 Gang Purba Kelurahan  Laucih Kuta Arah Ke Pasar induk (Masuk Dari Samping Kantor Lurah) dimana di sebuah warung di gang tersebut ada satu unit meisn ketangkasan tembak ikan yang beroprasi mulus dan tak tersentuh pihak Polsek Pancur Batu dan Polrestabes Medan 

Mesin judi tembak ikan diduga juga telah mulai beroprasi di sekitar Jalan Pembangunan Kecamatan Pancur batu yang diduga lokasi nya hanya berjara lebih kurang 1 km dari Mapolsek Pancur Batu dan mesin judi tembak ikan ini juga beroperasi di sebuah dosmer di simalingkar kecamatan Pancur Batu yang jaraknya tidak jauh dari pangkalan angkutan umum mini 108 

Menurut narasumber kami , bahwa di lokasi tersebut anak anak , mamak mamak dan bapak bapak serta nenek nenek pun bisa main mesin judi tersebut secara terang terangan tanpa ada larangan dari siapa pun dan tidak ada yang berani melarang adanya mesin tesebut karena dikabarkan mesin tersebut diduga dibekingi oleh pria berbadan tegap

” Mesin judi tembak ikan itu sudah lama beroprasi di situ bang, mana ada yang berani melarang nya , sering ada laki laki berbadan tegap yang kesitu kalau sore hari bang, pungkas warga yang tak ingin menyebutkan namanya ke media dengan alasan keamanan .Senin (27/7/2020) Malam.

Lebih lanjut ia katakan, warga tersebut pun meminta aparat pengak hukum untuk segera menangkap mesin judi tesebut.

“ Kami berharap sih bang , supaya ada aparat penegak hukum yang berani menangkap mesin judi tembak ikan tersebut dikarenakan ini masi masa pandemi covid 19 , lagian pun kami warga resah lah bang kalau ada mesin judi di kampung kami ini pungkas warga yang mengaku resah”

Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu AKP Syahril saat dikonfirmasi mengatakan akan segera mengecek informasi tesebut. “ Terimakasih informasinya , Akan Kami Cek dan Akan Kami tindak Lanjuti informasi tersebut .Ungkap Kanit Membalas Wa ( 27/7/2020) Malam

Kapolsek Pancur Batu AKP Dedy Dharma saat di konfirmasi wartawan menjelaskan “Akan kami selidiki dan tindak lanjuti, terimakasih telah menginfokan kepada kami dinda” . ( 27/7/2020) Malam

“Maraknya aktifitas perjudian tersebut membuat sejumlah masyarakat resah dan meminta agar Kapoldasu Irjen Pol  Drs Martuani Sormin Siregar M.SI, dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko S.IK menindaknya”.(tim/bravo)