Polisi Patumbak Bersama SatNarkoba Polrestabes Medan Tembak Mati Bandar Narkoba ,1 Kg Sabu Gagal Masuk Jambi



DeteksiNusantara.id | Medan

Lagi, bandar narkoba jenis sabu-sabu ditembak mati karena melakukan perlawanan ketika akan ditangkap personil Polsek Patumbak bersama Sat Narkoba Polrestabes Medan.

Dari tersangka berinisial MJ (22) warga Komplek Royal Monaco, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, petugas menyita 1 kg sabu yang rencanya akan dibawa ke Kota Jambi.

Hal itu dikatakan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza saat menggelar konferensi pers, di Markas Komando Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Rabu(3/6/20) sore.

Dijelaskan Kapolres, pengungkapan kasus ini bermula setelah pihaknya mendapat informasi ada tersangka penyelundup sabu yang masuk  jaringan Malaysia-Medan. Petugas pun terus melakukan pengembangan.

“Kita mendapat informasi ada salah seorang tersangka jaringan penyelundup sabu jaringan Malaysia-Medan rencananya akan membawa sabu ke Jambi,”jelasnya.

Berbekal informasi ini, tim Satres Narkoba Polrestabes Medan bersama  Polsek Patumbak langsung melakukan penyelidikan. Petugas mendapat informasi tersangka, MJ sedang menunggu bus persisnya di halte bus Jalan Sisingamangaraja KM 8,5, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.

Lalu, petugas membekuk tersangka. Saat digeledah sabu itu disembunyikan tersangka dalam kemasan makanan ringan di dalam tas ransel milik tersangka.

“Saat ditemukan barang bukti sabu, tersangka berusaha melakukan perlawanan dengan menyerang petugas dengan menggunakan pisau. Karena mengancam nyawa, petugas terpaksa memberi tindakan tegas dan terukur ke arah dada tersangka. Setelah sebelumnya melepaskan tembakan peringatan ke udara,”urai Kapolrestabes.

Tersangka selanjutnya dilarikan ke RS Bhayangkara Poldasu. Namun begiti sampai di rumah sakit tersangka sudah meregang nyawa.”Jaringan ini menggunakan modus jalur laut dan jalur darat. Kita juga terus melakukan pengembangan jaringan ini. Karena kita yakini masih ada tersangka lainnya,” pungkasnya.(red/Bravo )


SatNarkoba Polrestabes Medan Berhasil Gagalkan Peredar Sabu Seberat 35 Kg


DeteksiNusantara.id | Medan

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin M.Si didampingi Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko paparkan pengungkapan peredaran narkoba seberat 35 Kg digagalkan Satres Narkoba Polrestabes Medan,Selasa (2/6) sekira pukul 12.00 Wib.

Berlokasi di RS Bhayangakara Medan, salah satu pelaku diautopsi karena ditembak mati oleh polisi karena berupaya melawan.

Satres Narkoba Polrestabes Medan berhasil menangkap seorang bandar Narkoba jenis sabu-sabu dalam suatu penyergapan dari kawasan Jalan Sungai Apung, Kecamatan Bagan Asahan, Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Minggu (30/05/2020) kemarin.


Penyergapan yang dipimpin langsung oleh WakasatNarkoba Kompol. Doly Nainggolan melalui Kanit Idik III, Satres Narkoba Polrestabes Medan, Iptu Hardiyanto SH MH ,petugas berhasil menyita 30 bungkus Teh Cina warna hijau yang diduga berisikan sabu-sabu seberat 30 Kg.


Kini tersangka yang diamankan berinisial DS (40) warga Jalan Teluk Nibung Gang Kelong, Kelurahan Sei Merbau, Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumut inipun, selanjutnya diboyong ke Mako Polrestabes Medan untuk diproses secara hukum yang berlaku.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, keberhasilan polisi menangkap tersangka DS ini berawal dari menindaklanjuti pengembangan penyelidikan selama 10 hari terhadap tangkapan sebesar 5 Kg yang berbungkus kemasan Teh Cina diduga sabu-sabu dari tersangka Ilham warga Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumut pada Kamis (21/05/2020) lalu di Jalan SM Raja Gang Hotel Kenanga, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Provinsi Sumut.

Dari hasil penyelidikan terhadap tersangka Ilham, kalau barang bukti tersebut diterimanya dari tersangka Zak (DPO). Lalu petugas pun melakukan penyelidikan dan pengintaain ke wilayah Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumut.

Pada saat itu, petugas pun menerima informasi bahwa akan ada barang Narkotika yang akan turun kembali dari jaringan Zak (DPO). Selanjutnya petugas melakukan pengintaian di lokasi tempat biasa para tersangka melakukan transaksi Narkoba di Pelabuhan Tikus tersebut.

Lalu masih berdasarkan informasi yang diperoleh, petugas pun berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 orang laki-laki berinisial DS saat sedang berada di atas sebuah perahu kecil (Boat kapal).

Begitu digeledah ditemukan 3 karung goni bewarna putih, setelah dibuka petugas pun melihat isi karung tersebut yang ternyata diduga Narkotika jenis sabu -sabu yang dikemas dalam 30 bungkusan Teh Cina berwarna hijau.

Dari pengakuannya, kalau tersangka DS ini disuruh oleh tersangka Surya Darma (DPO) untuk membawa barang bukti tersebut ke rumahnya. Lalu petugas melakukan pengembangan untuk menangkap Surya Darma. Namun petugas tidak berhasil menemukan Surya Darma di rumahnya dan hanya menemukan istrinya yang bernama Tuti Herawati.

Selanjutnya petugas membawa tersangka dan saksi beserta barang buktinya ke Mako Satres Narkoba Polrestabes Medan guna proses penyelidikan lebih lanjut. (red / Bravo)

Polda Sumut Paparkan Sekaligus Bongkar Pijat Plus - Plus Khusus Gay (Homo Seksual ).


DeteksiNusantara.id | Medan
Kepolisian Daerah Sumatera Utara melalui Subdit IV Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil membongkar pijat plus-plus khusus Gay (homo seksual) Komplek Setia Budi II di Jalan Ringroad, Kecamatan Medan Sunggal, Sabtu (31/5/20).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Irwan Anwar dalam pemaparannya, Rabu (3/6/2020) menyebutkan, dalam penggerebekan praktik pijat plus khusus Gay, pihaknya mengamankan 11 orang beserta sejumlah barang bukti, antara lain handphone, uang, dan alat kontrasepsi.

”11 orang yang diamankan semuanya laki-laki. Dimana 1 orang berinisial A adalah sebagai perekrut  dan yang menyediakan tempat. Sedangkan lainnya adalah terapis,” jelasnya saat konferensi persnya di Mapolda Sumut Rabu siang 3/6/2020.

Menurutnya, praktik pijat ini terkesan aneh. Sebab yang terapi adalah lelaki, kemudian yang menyiapkan juga laki-laki, bahkan dari hasil penyelidikan klien atau pasiennya juga semuanya laki-laki.

“Maka menjadi aneh kalau ada kondom dan alat kontrasepsi yang ditemukan di TKP. Untuk alat kontrasepsi yang diamankan, yang dibawa ke Polda Sumut adalah yang utuh, sementara yang sudah dipakai, diamankan personel sudah dibuang,” jelasnya.

Kombes. Pol Irwan menegaskan, kegiatan seperti ini sifatnya tertutup dan terbatas. Ia menyebutkan, tentunya para pelaku sudah mempunyai jaringan, atau sel-sel komunikasi yang bisa mempertemukan antara mereka dengan para pengguna.

“Itu yang kami dalami, ada alat grup yang mereka gunakan. Dari hasil pemeriksaan kepada pelaku, (praktik ini) kurang lebih 2 tahun (sudah berjalan),” terangnya.

Khusus untuk tersangka A, kata Dirtkrimum Kombes. Pol Irwan Anwar, pihaknya akan mempersangkakan dengan UU No. 21 tahun 2007 tentang pemberantasan perdagangan orang.

Dalam pasal ini disebutkan, bahwa untuk merekrut menampung dan menerima orang untuk tujuan eksploitasi, atau pemanfaatan fisik dan seksual, dipidana seringan-ringannya 3 tahun, dan selama-lamanya 15 tahun, dengan denda paling sedikit Rp120 juta dan maksimal Rp600 juta.

“Selain itu bisa dijerat dengan pasal 296 KUHP yaitu menyebabkan atau memudahkan terjadinya perbuatan cabul,” tegasnya.(red/bravo )

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin Pimpin Upacara Sertijab PJU dan Kapolres Jajaran Polda Sumut


DeteksiNusantara.id || Medan

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin, memimpun upacara serah terima jabatan (sertijab) Pejabat Utama dan Kapolres jajaran Polda Sumut, Senin 18 Mei 2020, di Aula Tribrat Mapolda Sumut.

Dalam amanatnya, Kapolda Sumut mengatakan bahwa Polda Sumut masih memiliki SDM yang baik dan dibutuhkan oleh Mabes Polri dan Polda lain. Oleh karena itu, merupakan sebuah kebanggaan bagi Polda Sumut.

Dia menyampaikan, bahwa tugas komandan adalah memberikan support dan dorongan serta motivasi kepada para personel, sehinga kepada jajaran pejabat utama dan kapolres yang sertijab, supaya memperhatikan personel dan jadilah komandan yang hebat.

Kapolda Sumut juga menegaskan, bahwa tidak ada tempat bagi penjahat di Sumut.

“Ini bukan mantera atau jimat. Tpi sebagai jargon penyemangat dan motivasi untuk anggota Polda Sumut. Jangan main-main dengan segala bentuk kejahatan,” tegasnya.

Kapolda Sumut berpesan, agar eluruh personil Polri dalam pelaksanaan pelayanan terhadap masyarakat, selalu mengedapankan sikap humanis tetapi penegakan hukum harus tegas dan terukur.

Kepada para pejabat utama dan Kapolres jajaran yang lama, terima kasih atas pengabdian dan dedikasi saudara-saudara selama bertugas di Polda Sumatera Utara.  Dan kepada para pejabat utama dan kapolres jajaran Polda Sumut yang baru, disampaikan selamat datang di Polda Sumut.

“Segera menyesuaikan diri, hormati kearifan lokal laksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, kembangkan kreativitas dan inovasi guna mengatasi pandemi Covid-19 di tengah masyarakat Sumut,” ujarnya.

“Kepada personil Polda Sumut yang mengalami mutasi internal, saudara sekalian sudah memahami karakter, budaya orang Sumut dan situasi kondisinya sehingga tidak memerlukan waktu yang lama untuk beradaptasi,” tambahnya lagi.

Adapun yang melaksanakan sertijab, yakni Kombes Pol Pahala Hotma Mangatur Panjaitan, sebelumnya menjabat Dirsamapta   diangkat sebagai Karoops Polda Maluku.

Kombes Pol Yus Nurjaman, Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri diangkat jadi Dirsamapta Polda Sumut. Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, sebelumnya Kapolrestabes Medan, diangkat menjadi Kapolrestabes Surabaya.

Kombes Pol Riko Sunarko, Analis Kebijakan Madya   Bidang Paminal Divpropam Polri, diangkat jadi Kapolrestabes Medan.

Kombes Pol Rina Sari Ginting, Kabid Tik Polda Sumut Diangkat sebagai auditor Kepolisian Madya Tk. 111 Itwasda Polda Sumut.

Kombes Pol Raja Sinambela, Kabidseum Pusjarah Polri diangkat    jadi Kabio Tik Polda Sumut.

AKBP Sukamat SH, Kapolres Tapanuli Tengah diangkat menjadi Kasubbaganevopswil Baganev Robinops Sops Polri.

AKBP Nicolas Dedy Arifianto, Kasubdit Regioent Ditlantas Polda DIY, menjadi Kapolres Tapanuli Tengah.

AKBP I Gede Nakti Widhiarta, Kapolres Nias Selatan Polda Sumut, diangkat menjadi Kabagwassidik Ditreskrimsus Polda Bali.

AKBP Arke Furman Ambat, Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumut, diangkat menjadi Kapolres Nias Selatan.

AKBP Irwa Zaini Adib, Kapolres Tapanuli Selatan, diangkat menjadi Kabag RBP Rorena Polda Sumut. AKBP Roman Smaradhana Elhaj, Kasubdit III, Ditreskrimsus Polda Sumut, diangkat menjadi Kapolres Tapanuli Selatan.

AKBP Heribertus Ompusunggu, Kapolres Simalungun, diangkat menjadi Wakapolres Metro Jakpus Polda Metro Jaya. AKBP Agus Waluyo, Kapolres Toba Samosir, diangkat menjadi Kapolres Simalungun.

AKBP Akala Fikta Jaya, Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, diangkat jadi Kapolres Toba Samosir. AKBP Horas Marasi Silaen, Kapolres Tapanuli Utara, diangkat jadi Kabagpsi Rosdm Polda Jateng.

AKBP Jonner MH Samosir, Gadik Madya SPN Polda Jateng, diangkat menjadi Kapolres Tapanuli Utara. (red)

Kapolda Sumut Akan Menindak Tegas Kepada Oknum Yang Berani Penyelewengan Bansos


DeteksiNusantara. id || Medan

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani menegaskan akan ada hukuman berat bagi oknum yang berani mencoba melakukan penyelewengan bantuan sosial (bansos) ini kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Siapapun yang melakukannya dan kami akan teruskan sampai pada penegak hukum yang tidak perlu disebutkan untuk beberapa wilayah tersebut, yang penting saya sudah perintahkan Direktur Tindak Pidana Khusus Polda Sumut untuk melaksanakan penyelidikan dari dugaan – dugaan penyimpangan serta penyalahgunaan,” ucap Kapolda Sumut.

Saat siaran langsung dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prov. Sumut di kantor Gubernur Jln Diponegoro Kota Medan, Senin (18/5/2020).

Selain mengawasi penyaluran bantuan sosial pihaknya juga pengawasan pada jalur perbatasan, pengawasan ini dilakukan agar warga yang berada di zona merah pandemi tidak boleh keluar untuk melakukan mudik.

Dimana jika ketahuan pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan dari pemerintah pusat mengenai halnya mudik Irjen Pol Drs Martuani mengatakan, Polda Sumut telah membentuk 125 posko mudik disejumlah daerah di Sumut serta 25 chek point atau posko pemeriksaan di daerah perbatasan yang harus dilalui dapat masuk ke Sumut.

“Dengan didalam 25 chek point itu kami akan perintah kembali ke tempat asalnya, apabila masyarakat yang ada masuk ke Sumut akan tetapi tidak memenuhi syarat, dari diantaranya dari tes suhu tubuh rapid tes serta lainnya,” ucap Kapolda Sumut.

Kapoldasu menjelaskan pos chek point untuk wilayah Aceh yang masuk ke Sumut, Polda Sumut mengamankan di dua wilayah yakni Pakpak Bharat dan Langkat Selatan, dengan dari arah Riau, pos penjagaan berada di Labuhan Batu
Tapanuli Selatan, Mandailing Natal.

“Padang Lawas ini adalah rute – rute tradisional yang akan masuk ke Sumut dari Sumbar,” terangnya Kapolda Sumut.

Dengan dari jumlah tersebut yang paling banyak adalah kendaraan pribadi yang sekitar 300 an dengan serta ada yang tidak memiliki kesehatan dan sebagainya.

Disini Polda Sumut akan menggunakan Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantinaan bagi masyarakat yang tetap berupaya dan melawan petugas, akan ancaman UU ini adalah sanksi hukum pidana 1 tahun kurungan (penjara).

Disini saya menghimbau tidak perlu ini kita lakukan, mari kita turuti serta taati Instruksi Bapak Presiden RI untuk tidak mudik  dan untuk TNI – Polri, PNS secara tegas Presiden melarang.

Dan juga khusus untuk Jajaran kepolisian, atas Bapak Kapolri telah memerintahkan tidak ada anggota Polri dan PNS Polri melaksanakan mudik, akhir kata dari Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin Siregar MSi.(red)

Polda Sumut Menghimbau Bila Ada Penyelewengan Bansos BST/BLT Segera Laporkan Pada Kepolisian


DeteksiNusantara. id || Medan

Bantuan Sosial Tunai (BST) yang gencar disalurkan oleh Pemerintah halnya untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak ditengah Covid – 19, terjadi penyelewengan di lapangan, bahkan ada kasus di Sumut dengan pemotongan gila – gilaan dengan 75 persen harusnya dapat bansos tunai Rp. 600 ribu, tapi diterima kenyataannya ada warga menerima Rp. 150 ribu.

Telah terjadi di Desa Buluduri, Kec Lae Parira, Kab Dairi dengan bansos tunai Rp. 600 ribu untuk warga kurang mampu, diduga di sunat dengan terkait kejadian tersebut Polres Dairi menetapkan satu tersangka dalam kasus pemotongan dana bansos Covid-19 tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan dengan menyikapi hal tersebut, menghimbau kepada masyarakat bila mengetahui adanya penyelewengan dana bansos segera melayangkan laporan kepada kepolisian, “Nanti pasti akan kita tindak lanjuti dengan seperti Polres Dairi sedang dilidik oleh Polres Dairi,” terangnya Kasubbid Penmas Polda Sumut.

Saat dikonfirmasi apakah ada tim khusus dalam penanganan dugaan penyimpangan dana bansos, Beliau AKBP MP Nainggolan menerangkan ada tim satgas pangan yang bertugas menangani hal tersebut, kita memang ada tim di satgas pangan tapi bagaimana memantau semua link perangkat desa dan kecamatan?.

“Maka dari itu informasi dan laporan dari warga membantu petugas agar kasus serupa tak terulang kembali di beberapa daerah maupun desa di Sumut, pihaknya agar penyaluran dana bansos tersebut tepat pada sasaran,” terangnya Kasubbid Penmas Polda Sumut.

“Halnya harapan Pemerintah dan Polri tentu semua bansos dari Pemerintah harus sampai pada yang berhak, akan tentu ada penyimpangan berhadapan dengan hukum,” tegas beliau AKBP MP Nainggolan.

Disamping itu Kasubbag Humas Polres Dairi Iptu Donni Saleh menerangkan penyidik telah menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut inisial An Eni Aritonang Perangkat Desa Buluduri sebagai pelapor An Togu Sinaga Polisi Nomor laporan LP/147/V/SU/SPKT tgl 13 Maret 2020, ungkap Iptu Donni dari informasi yang berhasil dapat dihimpun, dengan terjadinya dugaan dana bansos yang disunat tersebut.

Kejadian bermula saat Togu Sinaga keluar dari kantor pos, Kec Silima Pungga – pungga usai mengambil dana bansos sebesar Rp. 600 ribu begitu sampai di pintu keluar saudara Togu dicegat oleh Eni Aritonang untuk menyerahkan uang Rp. 600 ribu tersebut,” dengan terpaksa Togu Sinaga menyerahkan uang tersebut lalu pulang ke rumahnya.

Saat sore harinya Eni Aritonang mendatangi rumah Togu Sinaga untuk mengembalikan uang dana bansos haknya Togu, akan tetapi hanya diberikan cuma Rp. 100 ribu, “maka dari itu pelapor keberatan karena uang bansos tersebut dipotong dengan tinggal 100 ribu,” ujarnya Iptu Donni.

Lebih lanjut Kasubbag Humas Polres Dairi mengatakan pihaknya mengamankan enam (6) orang dengan terkait kasus ini dua (2) diantaranya ialah Eni Aritonang serta istri Kades Buluduri Masniar Sitorus, dengan tersangka Eni Aritonang tidak ditahan karena dijamin oleh Kades Buluduri Osaka Sihombing.

Pihaknya masih memeriksa lima (5) orang lagi dan juga tak tertutup ada tersangka baru dalam waktu dekat ini. Kini berdasarkan laporan kasus ini kami mencoba mengembangkan guna untuk mengungkapkan otak dibalik pemotongan bansos ini, sekaligus juga yang terlibat dari pihak – pihak lainnya.

Iptu Donni menerangkan menurut berdasarkan pemeriksaan belum ditemukan keterlibatan Kades Buluduri, “halnya kita turut mengamankan uang bansos sekira 12,3 juta tapi uang ini bukan barang bukti, nantinya akan dikembalikan pada yang berhak,” akhir kata Iptu Donni.

Dengan terpisah kasus pemotongan dana bansos Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari dana desa (DD) yang terjadi di Desa Sumberejo, Kec Pagar Merbau, Kab Deli Serdang.

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Deli Serdang langsung menindak lanjuti informasi pemotongan BLT terhadap masyarakat, dengan BLT sebesar Rp. 600 ribu dengan akhirnya menerima Rp. 150 ribu tersebut.

Dari informasi yang didapatkan oleh Polresta Deli Serdang melakukan pemeriksaan terhadap Kades, Kadus serta Bendahara Desa dan selain itu juga ada tiga (3) orang warga ikut diperiksa karena sempat menerima bantuan tersebut Rp. 150 ribu tersebut.

Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Yemi Mandagi menegaskan bantuan yang telah diprogramkan oleh pemerintah tidak boleh dipotong (sunat) meskipun ada kesepakatan dan musyawarah di desa itu, namun selagi ada keberatan tetap tidak dibenarkan untuk dipotong (sunat).

“Dengan ketiga warga itu tinggal di Dusun Sumberejo blok 6, dan sampai saat ini kasus pemotongan BLT ini masih diselidiki karena adanya informasi, kami lakukan penyelidikan baru Desa Sumberejo saja yang baru kami selidiki, kalau seandainya terbukti bahwa artinya korupsilah itukan uang negara,” terangnya Kombes Pol Yemi Mandagi,
Minggu (17/5/2020).

“Karena sumber bantuan itukan banyak, intinya yang oleh merasa dirugikan begitu juga kerugian negara, pasti kita proses kasus penyaluran BLT Dana Desa (DD) tersebut, karena menjadi pemberitaan media massa serta viral di media sosial (medsos),” ujarnya Kombes Pol Yemi Mandagi.

Disaat itu ada pengakuan dari Robi Mustafa (32) warga di Dusun Sumberejo yang menyebut bahwa oknum kepala dusun (kadus) mendatangi rumahnya setelah dirinya menerima BLT Rp. 600 ribu di Balai Desa.

Halnya tersebut oknum kepala desa (kadus) meminta Rp. 450 ribu dengan alasan dibagi – bagikan untuk warga yang lain sehingga Robi Mustafa menerima dana bansos dengan demikian Rp. 150 ribu.(red)

Kapolda Sumut Perintahkan Tindak Lanjuti Dugaan Penyelewengan Bantuan Sembako Untuk Simalungun


DeteksiNusantara.id || Medan

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin memerintahkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Kombes Rony Samtana dan anggotanya untuk menyelidiki pengurangan timbangan bantuan sembako untuk Kabupaten Simalungun yang berasal dari Pemprov Sumut.

"Iya, Kapolda Sumut telah memerintahkan Dirreskrimsus dan personelnya untuk melakukan penyelidikan terkait penyelewengan pengurangan timbangan bantuan sembako untuk Kabupaten Simalungun dari Pemprovsu," kata Kabid Humas, Kombes Tatan Dirsan Atmadja kepada hariansib.com, Selasa (19/5/2020) malam, melalui telephone selulernya.

Menurut Tatan, penyelidikan juga dilakukan Ditreskrimsus Polda Sumut setelah peristiwa itu terjadi dan sesuai tindak lanjut terhadap laporan masyarakat.

"Kita tinggal menunggu hasil perkembangan dan hasil penyelidikan dari Ditreskrimsus yang sudah ditugaskan" tegas Kabid Humas Polda Sumut itu.

Sementara Direktur Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana saat dikonfirmasi juga membenarkannya.

"Kita sudah bentuk tim untuk melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu sesuai perintah Kapolda Sumut," kata Rony.

Sebelumnya diberitakan anggota DPRD Sumut, Rony Reynaldo Situmorang memergoki adanya paket sembako bantuan Pemprov Sumut yang dimanipulasi untuk Kabupaten Simalungun.

Bantuan paket sembako seharusnya berisi 10 kg beras, gula 2 kg, minyak goreng 2 liter dan mi instan 20 bungkus. Ternyata setelah ditimbang beratnya tidak sesuai, bahkan berat beras hanya berkisar 8.5 kg- 9.5 kg dan gula berkisar 1.75 kg. (red)