Patumbak gelar rulis Narkiba

oydoydoudyodyodyodyodupfp

DIDUGA MARK" UP PENGGUNAAN DANA BOS TA. 2019 KEPSEK SD NEGERI 101786 LABUHAN DELI AKAN DI LAPORKAN WARTAWAN KE KEJARI DELI SERDANG DAN TIPIKOR POLDASU

DeteksiNusantara.id || DS

Pasca di beritakan kembali oleh wartawan wartaonenews.com m.syafii hrp kepsek upt spf sd negeri 101786 jl Bambu pasar IV helvetia labuhan deli Terkait sekolah yang tidak transfaransi dan mengunakan dana bantuan pemerintah itu berbeda dengan temuan dilapangan dalam pengalokasiannya tidak adanya papan informasi  penggunaan Dana BOS nya TA. 2019 yang  seharusnya wajib di publikasikan  penggunaan anggaran dana bos kepsek SD Negeri 101786 labuhan deli diduga terindikasi kuat korupsi dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS). digunakan tidak  sesuai juknis (petunjuk teknis) BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan melanggar Permendikbud No 8 TA. 2020.


M.Syafii hrp juga menyayangkan kepsek upt spf sd negeri 101786 labuhan deli  sutriani tidak kooperatif ketika di jumpai oleh salah satu awak media, menurutnya sangat alergi kepada wartawan, bukan tampa alasan dimana dirinya sudah tiga kali mencoba mengklarifikasi kasus temuan dugaan korupsi ibu sutriani tetapi tidak berhasil menemui kepsek tersebut, 

Selanjutnya dikarenakan tidak adanya balasan konfirmasi klarifikasi dari Kepsek sutriani kru media kembali melanjutkan konfirmasi melalui pesan WhatsApp selulernya kepada seketaris dinas pendidikan kabupaten deli serdang pak yusnaldi


dengan mempertanyakan     soal kasus kepsek upt spf sd negeri 101786 kecamatan labuhan deli terindikasi mark up penggunaan dana bos ta 2019. Kemudian pak yusnaldi membalas sms wa seluler kru media berucap, Belum bisa saya beri keterangan sebelum memeriksa RAKS dan penata usahaan atau laporan dana bosnya,  ucap m.syafii tapi kenapa abgda kepsek tersebut tidak mau ketemu sm wartawan selalu saja ada alasan untuk menghindar tidak kooperatif, ucap Sekdis kembali ah mungkin itu prasangka Abang saja, bisa saja pas abg datang kepseknya ada kegiatan atau rapat di Kecamatan.

Banyak kepsek yang respon kedatangan kawan media. Bahkan banyak yang bermitra, kemudian kru media menjawab sms wa suleler sekdis pendidikan  Sdh 3 x datang saya berkunjung silaturahmi  ke sekolah buk sutriani dan saya telpon kepsek nya  selalu saja ada alasan di pakam kegiatan bukan rapat di kecamatan abangda, kalau memang bermitra kenapa sama saya tidak mau ketemu kepseknya abangda???...Bukan 3 x ni aja mau ketemu sama kepseknya, pernah sekali saya datang, Saya lihat dia dikantor dalam ruangan nya, tiba - tiba dia lihat saya lari Kepseknya ke arah kamar mandi  dengan alasan mau buang air kecil tapi berjam jam berarti kepseknya berondok abangda dengan kedatangan wartawan ini kepsek yg abangda bilang bermitra


Kalau memang kepsek sutriani tidak merasa bersalah dan tidak terindikasi korupsi, jawab saja sms dari wartawan pertanyaan soal peruntukan penggunaan anggaran dana bos ta 2019 yg sudah di gunakan nya dan di pertanggung jawabkanya, kenapa kepseknya diam bungkam tidak membalas via wa sms dari saya, kenapa musti takut ini kepsek yg abgda bilang bermitra, selanjutnya Sekdis pendidikan kabupaten deli serdang tidak  membalas sms wa seluler wartawan wartaonenews.com.


Dari 11 item/jenis komponen penggunaan dana BOS tahun ajaran 2019,  tersebut dimulai sejak TW 1 hingga TW 4, terlihat beberapa kejanggalan dalam penggunanya dengan totalnya pada  TW 1 sebesar Rp. 60.800.000. TW2 Sebesar Rp. 121.600.000. TW 3 Sebesar Rp.60.800.000. pada TW 4 Sebesar Rp. 61.440.000


Diantaranya, penggunaan dana BOS untuk  kategori Pengembangan Perpustakaan,  pihak kepsek UPT SPF SD Negeri 101786 kec. Labuhan deli menganggarkan pada TW 2 sebesar Rp 62.456.000.


Dalam kategori lainnya yang menganggarkan dengan jumlah nominal yang begitu besar, sehingga menimbulkan kecurigaan Patut di pertanyakan yakni pada kategori Jumlah Dana Pembelian buku  Buku pada TW 2 sebesar Rp 61.726.000


Hal lainnya yakni pada kategori Kegiatan Evaluasi Pembelajaran pada  TW 4 Sebesar Rp 9.287.000.


selanjutnya Untuk kategori pembayaran honor pada TW 1 Sebesar Rp. 25.973.000. pada TW 2 Sebesar Rp. 25.973.000. pada TW 3 Sebesar Rp. 24.427.000. Pada  TW 4 Sebesar Rp.24.413.000 terakhir dalam kategori   pemeliharaan dan perawatan sarana dan pras arana  sekolah pada TW2.  Sebesar Rp. 10.501.000.


Dari semua item yang di konfirmasi klarifikasi oleh media online ini , prihal dugaan penggunaan dana BOS tahun ajaran 2019 oleh pihak kepsek UPT SPF SD Negeri 101786 kec. Labuhan deli terdapat dugaan penyimpangan,  sehingga pihak sekolah terutama kepsek selalu menghindar dan tidak mau untuk di konfirmasi oleh kru media online ini untuk dapat memberi pejelasn yang berimbang dan tak lupa bapak    Zulkarnain Harahap SH,MH  selaku aktivis peduli pendidikan sumatera utara mengharapkan  penegak hukum Polres Deli Serdang khususnya tipikor poldasu segera untuk dapat menindak lanjuti temuan penyimpangan dana bos yang merugikan uang negara.  ( m.Syafii hrp. )

Kapolrestabes Medan Bersama Polsek Pancur Batu Musnahkan Ganja Kering Sebanyak 358 Kg


DeteksiNusantara.id || MEDAN

Dengan disaksikan BNNP Sumut, Kejaksaan Negeri Medan, MUI Kota Medan, Pegiat Anti Narkotika, serta Tokoh Masyarakat, Kapolrestabes Medan musnahkan 358 kg Narkotika jenis Ganja kering di halaman Mapolrestabes Medan, Jumat (28/08/2020).

Berdasarkan Press Release yang langsung di paparkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Riko Sunarko, S.I.K., M.H. tersebut berkat tangkapan pada 14 dan 15 Mei 2020, hasil dari kerja keras Satresnarkoba Polrestabes Medan dan Polsek Pancur Batu dalam mengungkap peredaran gelap Narkotika di Wilayah Hukum Polrestabes Medan.

Ganja kering senilai 1,7 Milyar tersebut di dapat dari tangan 3 orang tersangka dengan lokasi dua tempat yang berbeda, yakni di Jalan Yayasan Komplek Perumahan Tata Alam, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia dan di Jalan Gatot Subroto/Amal Kelurahan Sei Sekambing D Kecamatan Medan Petisah.

Kombes Pol. Riko Sunarko juga memaparkan, bahwa pengungkapan kasus ganja tersebut, Polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka berinisial IT (35) seorang supir warga Desa Kuta Cane Lama, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara.

Sedangkan 2 orang tersangka lainnya, yakni SA (56) warga Jalan Klambir V, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia dan MR (47) warga Jalan Gatot Subroto Gang Amal, Kelurahan Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah.

"Dari ketiga tersangka, kita berhasil mengamankan barang bukti 6 (enam) kotak kardus yang berisi 114 bal ganja, dengan berat 118 kilogram. Serta 240 bungkus ganja seberat 240 kilogram," kata Kombes Pol Riko Sunarko.

Saat dilaksanakannya kegiatan Press Release, Kapolrestabes Medan juga didampingi Kasat Narkoba AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, S.I.K., M.H. dan juga Kapolsek Pancur Batu, AKP Dedy Darma, serta para personil Satresnarkoba Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan juga mengungkapkan, dengan tertangkapnya ketiga orang tersangka dan 385 kg barang bukti tersebut, dengan kata lain, Polisi sudah berhasil menyelamatkan  358.000 anak Indonesia.

"Di kesempatan ini, saya mengajak semua pihak, baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh, masyarakat dan para rekan-rekan media serta seluruh elemen bangsa, untuk bersama-sama dan bekerjasama dalam mengungkap peredaran gelap narkoba, khususnya di Kota Medan," ajak orang nomor 1 di Polrestabes Medan itu.

Selain itu, ia juga menegaskan, dalam menindak para pelaku peredaran narkoba di Wilayah Hukumnya, pihaknya bersama Polsek jajaran Polrestabes Medan tidak segan-segan memberikan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku narkoba.

"Kita tidak segan-segan memberikan tindakan tegas dan terukur kepada para pelaku narkoba. Bila diharuskan, kita juga tidak segan-segan menembak pelakunya," tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka kita kenakan Pasal 111 ayat (2) Subsider Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 132 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan hukuman penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun serta maksimal  hukuman mati," Jelas Kombes Pol. Riko sembari mengakhiri pemaparannya.(red)

Ditreskrimum Polda Sumut Paparkan Penangkapan Kasus Pencurian Dengan Pemberatan Antar Provinsi


DeteksiNusantara.id || MEDAN

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut mengungkap komplotan perampok nasabah bank lintas propinsi.

Para pelaku juga terlibat dalam kasus yang sama di beberapa propinsi, mereka berhasil diamankan yang bertempatan di hotel Riau.

Sebanyak 5 orang komplotan ditembak dibagian kaki, satu diantaranya terpaksa ditembak mati karena melakukan perlawanan dengan berupaya melukai petugas saat dilakukan pengembangan.

Informasi yang diperoleh, tersangka yang tewas yakni Tejar alias Tarjo. Sedangkan tersangka Awaluddin alias Udin, Dodi Cotriko alias Dodi, Heriansyah alias Yansa, dan Suwarto alias Warto, dilumpuhkan dengan tembakan dikakinya.

Kapolda Sumut menyampaikan : Para Pelaku sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan yang dilakukan di tempat yang sama di jalan batu Jong kel.parapat kec. Girsang bolon kab.simalungun , jalan sisimanga raja kel. Kartini kec.rantau Prapat tengah kabupaten dan jalan Ahmad Yani Kel.asuhan kec.siantar timur kota pematang Siantar .

Dalam pembagian hasil pencurian, para tersangka mendapatkan hasil yang berbeda beda dan hasil nya di transfer kekeluarga mereka masing masing .

Dan adapun pelaku lainnya atas nama Jimmy yang berperan memasang paku ke mobil dan mang no yang ikut melakukan pencurian terhadap nasabah bank mandiri rantau perapat berhasil lolos dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Polda Sumut berhasil mengamankan sejumlah barang bukti
– 6 buah paku yang sudah di modifikasi
– 3 unit sepeda motor merk yang Yamaha viksion warna biru , Yamaha Jupiter MX warna merah , dan Honda beat warna putih
– 4 buah helm
– 1buah jaket warna cream
– 1 buah senjata api rakitan

Kapolda Sumut Irjen.Pol.Drs Martuani Sormin Siregar menghimbau kepada masyarakat setiap pengambilan uang yang berjumlah besar di bank meminta bantuan pengawalan polisi untuk menghindari tindak kejahatan perampokan terhadap nasabah bank .

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat, untuk pengambilan uang yang berjumlah besar di bank, bila perlu meminta bantuan terhadap aparat kepolisian untuk menghindari tindak kejahatan perampokan terhadap nasabah bank”.

Pelaku yang berhasil diamankan terjerat dalam pasal 363 KUHP atau ancaman 7 tahun .(red)

Judul : Kecamatan Delitua Marak Togel dan Mesin Tembak Ikan


DeteksiNusantara.id || DELTA

Perjudian jenis Toto Gelap atau yang akrap dikalangan kedai kopi disebut dengan Togel, Jakpot dan Mesin judi berkedok ketangkasan Tembak Ikan bukan lah sebuah rahasia “umum” lagi bagi sejumlah masyarakat bahkan anak anak kecil yang tinggal menetap di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Pasalnya , kian hari aktifitas perjudian semakin hari semakin marak menjamur dan bahkan tak segan segan para bandar judi togel,jakpot dan mesin tembak ikan yang konon kabarnya sejelan beroperasi ini pun sudah menjalar ke kalanganan pedesaan di Kecamatan Delitua .


Bahkan kabarnya para Bandar judi togel dan tembak ikan tersebut pun sudah menempatkan pos pos di warung warung ataupun di lokasi lokasi tertentu untuk menunggu pelanggan bagaikan angkutan umum yang sedang menunggu penumpang / sewa.


Parahnya lagi , aparat penegak hukum di Kecamatan Delitua tersebut diduga melakukan pembiaran dan terkesan tidak peduli terhadap atensi pemberantasan judi dari orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sumatera Utara ialah Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si dalam setiap kegiatan nya menjelaskan bahwa Narkoba ,Judi, Togel dan Seluruh Permainan Judi merupakan musuh bersama dan mantan Kadiv Propam Polri tersebut juga sudah memerintahkan seluruh jajaran Polda Sumatera Utara,
Polres Sejajaran dan Polsek untuk menutup semua lokasi perjudian yang ada di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara .


Anehnya ,hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Bandar Bandar Judi yang meraup keuntungan di Kecamatan Delitua dimana lokasi jalan nya bisnis haram tersebut merupakan wilayah hukum Polsek Delitua Jajaran Polretabes Medan .


Menurut informasi dari narasumber kami yang layak di percaya di lapangan. bahwa diduga perjudian jenis togel, Jakpot dan mesin tembak ikan sudah lama beroperasi di Kelurahan Delitua Timur Kecamatan Delitua ,Jln,Stasiun , Kelurahan Delitua Induk dan di Desa Mekar Sari diduga lokasinya berada di Dusun lll Gg Banteng yang diduga marak Judi Togel dan Tembak Ikan

Sejumlah warga yang kami temui juga berharap kepada Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap semua Bandar judi tembak ikan dan Bandar judi togel singapur dan hongkong yang menjalankan bisnis haramnya utuk memiskinkan warga Kecamatan Delitua .


Kapolsek Delitua Akp Zulkipli Harahap saat di konfirmasi menjelaskan Terima kasih infoŕmasinya.

“Akan kita lidik dan bila benar akan ďitindak hal tersebut merupakan Atensi dari Bapak Kapolda sumut jadi harus ditindak judi ikàn ,togel dan Narkoba . “Pungkas Mantan Wakapolsek Helvetia Tersebut 28/8/2020 .(red)

Wilayah Hukum Polsek Delitua Dikabarkan Marak Judi Togel dan Tembak Ikan




DeteksiNusantara.id || DELTA

Perjudian jenis Toto Gelap atau yang akrap dikalangan kedai kopi disebut dengan Togel, Jakpot dan Mesin judi berkedok ketangkasan Tembak Ikan bukan lah sebuah rahasia “umum” lagi bagi sejumlah masyarakat bahkan anak anak kecil yang tinggal menetap di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Pasalnya , kian hari aktifitas perjudian semakin hari semakin marak menjamur dan bahkan tak segan segan para bandar judi togel,jakpot dan mesin tembak ikan yang konon kabarnya sejelan beroperasi ini pun sudah menjalar ke kalanganan pedesaan di Kecamatan Delitua .


Bahkan kabarnya para Bandar judi togel dan tembak ikan tersebut pun sudah menempatkan pos pos di warung warung ataupun di lokasi lokasi tertentu untuk menunggu pelanggan bagaikan angkutan umum yang sedang menunggu penumpang / sewa.


Parahnya lagi , aparat penegak hukum di Kecamatan Delitua tersebut diduga melakukan pembiaran dan terkesan tidak peduli terhadap atensi pemberantasan judi dari orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sumatera Utara ialah Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si


Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si dalam setiap kegiatan nya menjelaskan bahwa Narkoba ,Judi, Togel dan Seluruh Permainan Judi merupakan musuh bersama dan mantan Kadiv Propam Polri tersebut juga sudah memerintahkan seluruh jajaran Polda Sumatera Utara,
Polres Sejajaran dan Polsek untuk menutup semua lokasi perjudian yang ada di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara .


Anehnya ,hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Bandar Bandar Judi yang meraup keuntungan di Kecamatan Delitua dimana lokasi jalan nya bisnis haram tersebut merupakan wilayah hukum Polsek Delitua Jajaran Polretabes Medan .


Menurut informasi dari narasumber kami yang layak di percaya di lapangan. bahwa diduga perjudian jenis togel, Jakpot dan mesin tembak ikan sudah lama beroperasi di Kelurahan Delitua Timur Kecamatan Delitua ,Jln,Stasiun , Kelurahan Delitua Induk dan di Desa Mekar Sari diduga lokasinya berada di Dusun lll Gg Banteng yang diduga marak Judi Togel dan Tembak Ikan

Sejumlah warga yang kami temui juga berharap kepada Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap semua Bandar judi tembak ikan dan Bandar judi togel singapur dan hongkong yang menjalankan bisnis haramnya utuk memiskinkan warga Kecamatan Delitua .


Kapolsek Delitua Akp Zulkipli Harahap saat di konfirmasi menjelaskan Terima kasih infoŕmasinya.

“Akan kita lidik dan bila benar akan ďitindak hal tersebut merupakan Atensi dari Bapak Kapolda sumut jadi harus ditindak judi ikàn ,togel dan Narkoba . “Pungkas Mantan Wakapolsek Helvetia Tersebut 28/8/2020 .(red)

Lapor Pak Kapolda Sumut “ Judi Togel Marak di Delitua , Ada Juga Mesin Tembak Ikan Pak !


DeteksiNusantara.id || DELTA

Perjudian jenis Toto Gelap atau yang akrap dikalangan kedai kopi disebut dengan Togel, Jakpot dan Mesin judi berkedok ketangkasan Tembak Ikan bukan lah sebuah rahasia “umum” lagi bagi sejumlah masyarakat bahkan anak anak kecil yang tinggal menetap di Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Pasalnya , kian hari aktifitas perjudian semakin hari semakin marak menjamur dan bahkan tak segan segan para bandar judi togel,jakpot dan mesin tembak ikan yang konon kabarnya sejelan beroperasi ini pun sudah menjalar ke kalanganan pedesaan di Kecamatan Delitua .


Bahkan kabarnya para Bandar judi togel dan tembak ikan tersebut pun sudah menempatkan pos pos di warung warung ataupun di lokasi lokasi tertentu untuk menunggu pelanggan bagaikan angkutan umum yang sedang menunggu penumpang / sewa.


Parahnya lagi , aparat penegak hukum di Kecamatan Delitua tersebut diduga melakukan pembiaran dan terkesan tidak peduli terhadap atensi pemberantasan judi dari orang nomor satu di Kepolisian Daerah Sumatera Utara ialah Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si


Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin,M.Si dalam setiap kegiatan nya menjelaskan bahwa Narkoba ,Judi, Togel dan Seluruh Permainan Judi merupakan musuh bersama dan mantan Kadiv Propam Polri tersebut juga sudah memerintahkan seluruh jajaran Polda Sumatera Utara,
Polres Sejajaran dan Polsek untuk menutup semua lokasi perjudian yang ada di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara .


Anehnya ,hal tersebut sepertinya tidak berlaku bagi Bandar Bandar Judi yang meraup keuntungan di Kecamatan Delitua dimana lokasi jalan nya bisnis haram tersebut merupakan wilayah hukum Polsek Delitua Jajaran Polretabes Medan .


Menurut informasi dari narasumber kami yang layak di percaya di lapangan. bahwa diduga perjudian jenis togel, Jakpot dan mesin tembak ikan sudah lama beroperasi di Kelurahan Delitua Timur Kecamatan Delitua ,Jln,Stasiun , Kelurahan Delitua Induk dan di Desa Mekar Sari diduga lokasinya berada di Dusun lll Gg Banteng yang diduga marak Judi Togel dan Tembak Ikan

Sejumlah warga yang kami temui juga berharap kepada Kapolda Sumut dan Kapolrestabes Medan untuk segera menangkap semua Bandar judi tembak ikan dan Bandar judi togel singapur dan hongkong yang menjalankan bisnis haramnya utuk memiskinkan warga Kecamatan Delitua .


Kapolsek Delitua Akp Zulkipli Harahap saat di konfirmasi menjelaskan Terima kasih infoŕmasinya.

“Akan kita lidik dan bila benar akan ďitindak hal tersebut merupakan Atensi dari Bapak Kapolda sumut jadi harus ditindak judi ikàn ,togel dan Narkoba . “Pungkas Mantan Wakapolsek Helvetia Tersebut 28/8/2020 .(red)