» » Fahru Rozi Sitorus : DJOSS Pasti Miliki Interpretasi Konverhensif  Pro Buruh

Fahru Rozi Sitorus : DJOSS Pasti Miliki Interpretasi Konverhensif  Pro Buruh

Penulis By on 5.10.2018 |

Medan, DNO - Pengakuan seorang Buruh ini miris sekali sebab bekerja dengan tulus di negeri ini perlu pelatihan dan pendidikan yang lebih maju dengan demikian kami juga buruh  sebagai insan ciptaan Tuhan telah melakukan interpretasi secara konverhensif di negeri tercinta ini!

Demikian tutur Fahru Rozi Sitorus  Korban kecelakaan Kerja di PT Indodaya Cipta Karya Company bidang Peleburan Besi Baja, Jln Gambir Pasar 8 Tembung, naifnya,   Perusahaan tak punya masuk BPJS Ketenaga kerjaan, hanya pengobatan manual  di Klinik Perusahan, demikian tuturnya kepada Wartawan Selasa, 8/5/2018 di Jln Gambir Pasar 8 Tembung Deli Serdang

Selanjutnya dijelaskannya, "Ini sudah berlangsung lama hingga saat ini masih jadi polemik meski saya yang mengalami kecelakaan kerja empat tahun lalu sehingga ada respon Ketua DPRD Deli Serdang sudah diekspos di Medaia menegaskan agar PT Indodaya Cipta Karya  ini ditutup karena ada banyak pelanggarannya tidak memenuhi standard operasional antara lain, tidak ada keterbukaan masalah cuti, Sip, libur hari besar, Off tak beraturan, upah sangat rendah, Jamkesmas atau BPJS ketenagakerjaan,  parkir dilarang diperusaahaan, septibel pekerja tidak ada meski rentan terjadi resiko tinggi, dan masalah lainnya.

Karena kami  merasa ada intimidasi dan terkesan dianggap seperti binatang oleh oknum perusahaan kami membuat wadah untuk mengangkat hak azasi kami yakni Kesatuan Buruh Independen dibawah pimpinan Parulian Sinaga, tutur Fahru

Setelah hampir 10 tahun berlangsung maka kami melakukan mogok kerja lalu terjadi Mediasi Tripartit untuk dipertemukan di meja pertemuan dengan pihak Disnaker Sumut, Perusahaan diwakili Jimmi dan Ketua KBI Parulian Sinaga SH tepatnya Rabu 25/4/2018 lalu.

Dituturkannya dalam kesepakatan kami menuntut pihak PT Indodaya Cipta Karya  menyelesaikan permasalahan pelanggaran yang dimediasi Parulian Sinaga SH Ketua KBI dan Disnaker Sumut yang hadir, hingga berita ini diturunkan ini belum ada solusi sehingga kami menilai dan mencurigai pihak Disnaker Sumut  melakukan pembiaran

Artinya masalah ini lamban dugaan kami mencurigai pihak Disnaker selama ini telah melakukan KKN dan bermanipulasi sebab masalah ini hampir puluhan tahun
ungkapnya.
Untuk itu kami bermohon pada Bapak CAGUBSU/CAWAGUBSU DJOSS mau memberikan sokoguru, perhatian serius bagi kami arus bawah Bapak Jokowi ini khususnya nasib kami para buruh dan keluarga kami ada yang belum memiliki BPJS

Ditambahkannya, oknum-oknum yang kami duga Disnaker yang tidak peduli nasib ciptaan Tuhan ini agar ditindak tegas, sebab kami tahu tidak ada yang kebal hukum di NKRI dan kami percaya Bapak Jokowi dan DJOSS bila menang peduli mampu menjadi pemimpin yang memperhatikan nasib kami, imbuh Fahru Rozi Sitorus seraya menghapus air matanya. (Linche)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya