» » Ditabung Selama 3 Tahun, Uang Pedagang Sayur Rp13 Juta Disikat Maling

Ditabung Selama 3 Tahun, Uang Pedagang Sayur Rp13 Juta Disikat Maling

Penulis By on 10.27.2018 |




MEDAN - DNO -   

Apes dialami Fitri Yani (38) warga Diski KM 15 Jalan Besar Medan Binjai Gang Jambu Dusun VIII, Desa Sei Semayang Sunggal. Uang dari hasil jual sayur Rp13 juta yang ditabung selama 3 tahun raib disikat maling. Kamis (18/10/18) sekira pukul 05.30 WIB.


Diceritakan korban saat membuat pengaduan ke Polsek Sunggal dengan nomor : STTLP/1585/K/X/2018/SPKT POLSEK SUNGGAL, korban saat itu usai berbelanja sayuran di Pasar Kampung Lalang Sunggal dan langsung membuka warungnya sekira subuh itu. Disini, pelaku disebut bernama JR yang diketahui kerab datang ke lingkungan korban dikarenakan pelaku juga merupakan teman dari tetangga korban.


Disini, pelaku yang sudah mengenal seluk beluk rumah dan kebiasaan korban, selanjutnya pelaku masuk dari pintu samping rumah korban dan langsung masuk ke kamar tidur korban dan mengambil uang korban Rp13 juta serta emas yang disimpan dalam lemari serta handphone merk Oppo seharga Rp2,5 juta.


"Tahunya pas aku menoleh kearah belakang aku, aku melihat si JR ini namanya keluar kamar aku. Aku sempat heran dan langsung menuju kamar aku. Aku buka Lemari, Uang aku serta Emas dan Handphone aku sudah tidak ada. Aku nangis sambil berteriak histeris mengejar si JR ini tapi enggak dapat, dia langsung kabur naik kereta keluar Gang rumah kami ini," jelas IRT anak 3 ini sedih membayangkan uang yang ditabungnya selama 3 tahun raib dicuri si JR.


"Aku tahu dari warga dia ini juga pemakai narkoba dan juga pernah overdosis obat-obatan. Aku takut juga bang kalau nanti dia datang lagi kemari ngintip aku. Jadi sekarang ini aku terpaksa sewa langganan becak bang untuk aku belanja ke Pajak. Aku takut dibunuhnya bang karena dia juga pecandu berat narkoba bang".


"Karena dulu juga pernah kereta aku Beat BK 3666 AFV pernah dirampok si JR ini juga bang dekat rumah, diancam ya aku kalau teriak aku dibunuhnya katanya pas itu," jelas Fitri lagi juga sudah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sunggal tahun 2016 lalu namun sampai saat ini kasusnya diduga "di peti es kan" Polsek Sunggal.


Dari kali kedua kejadian itu, korban berharap Polsek Sunggal serius menangani laporan pengaduan setiap warganya terkhusus laporan pengaduan dia yang kedua kali dikantor polisi.
"Enggak tahu lah aku bang, kalau pengaduan aku yang kedua kali ini juga enggak di tanggapi, berarti aku mengadu sama Tuhan Yang Maha Kuasa aja lah bang," pungkasnya. (Red)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya