» » Danpomdam I/BB Meneteskan Air Mata Saat Kumandangkan Adzan Sholat Jumat Pertama di Masjid Al Ikhlas

Danpomdam I/BB Meneteskan Air Mata Saat Kumandangkan Adzan Sholat Jumat Pertama di Masjid Al Ikhlas

Penulis By on 2.09.2019 |









DNO  /       Nazar Kolonel Cpm Sudarma Setiawan untuk membangun musholla di Markas Polisi Militer Kodam I/Bukit Barisan, Jln Sena Medan menjadi masjid, terbayar sudah.


Meski pembangunan masjid yang diberi nama Al Ikhlas ini masih tahap finishing, namun pada Jumat (8/2/2019) siang tadi, para personel Pomdam I/BB bersama warga sekitar sudah bisa menggunakannya untuk tempat menunaikan ibadah sholat Jumat berjamaah.


Dan sebagai tanda penghormatan, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan pun berkesempatan mengumandangkan adzan Sholat Jumat pertama di Masjid Al Ikhlas ini. Dengan suara yang cukup merdu, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan mengumandakan seruan untuk segera menunaikan kewajiban Sholat Jumat kepada setiap muslim.


Tapi, saat adzan kedua kembali dikumandangkan oleh alumni Akademi Militer tahun 1995 ini, sontak suaranya bergetar. Para jamaah pun mulai ikut tersentak. Detik berikutnya, isak kecil mulai terdengar dari mulut putra kelahiran Kabupaten Asahan ini melalui pengeras suara. Tak ayal, para jamaah pun ikut merasakan keharuan yang dirasakan oleh Kolonel Cpm Sudarma Setiawan.


“Saya benar-benar terharu saat melantunkan adzan kedua tadi. Nazar untuk membangun Masjid Al Ikhlas yang hari ini kita gelar syukurannya, rupanya didengar Allah SWT,” ucapnya kepada sejumlah wartawan yang ikut dalam jamaah Sholat Jumat.


Secara singkat namun padat, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan menceritakan kilas balik dari proses pembangunan Masjid Al Ikhlas yang sebelumnya masih berupa musholla.


Sekitar dua setengah tahun yang lalu, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan yang menjabat sebagai Wakil Danpomdam I/BB, punya keinginan untuk membangun musholla di Kompleks Mapomdam I/BB, Jln Sena Medan menjadi sebuah masjid.


Dalam hatinya, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan bernazar, apabila Allah SWT memberinya amanah jabatan sebagai Danpomdam I/BB, maka niat pertama yang dilakukannya adalah membangun musholla menjadi sebuah masjid.


Takdir rupanya berpihak pada Sudarma. Jabatan Danpomdam I/BB pun resmi disandangnya sekitar Juli 2017 melalui sebuah acara serah terima jabatan yang dipimpin Pangdam I/BB kala itu, Mayjen TNI Cucu Somantri, SSos.


Selang beberapa hari seusai dirinya dipercaya pimpinan sebagai Danpomdam I/BB, Kolonel Cpm Sudarma Setiawan mulai memimpin pembangunan Masjid Al Ikhlas. Diawali dengan peletakan batu pertama, proses pembangunan masjid terus dilakukan hari demi hari, hingga akhirnya mendekati rampung.


“Pembangunan masjid ini belum rampung 100 persen, gapuranya belum siap. Nanti setelah selesai, Insya Allah kita harapkan Pangdam I/BB yang meresmikannya,” ucap Kolonel Cpm Sudarma Setiawan.


Itulah sekelumit kisah perjalanan pembangunan Masjid Al Ikhlas ini. Semuanya diakui Sudarma dilakukan dengan swadaya sendiri bersama seluruh personel Polisi Militer jajaran Kodam I/BB.


“Hari ini kita menggelar syukuran untuk pertama kalinya Masjid Al Ikhlas ini dipakai sholat Jumat. Mudah-mudahan ke depan, masjid ini menjadi tempat ibadah yang representatif, tidak hanya bagi prajurit Pomdam I/BB, tetapi juga bagi warga masyarakat sekitar,” harapnya.


Di singgung apa motivasinya dalam membangun Masjid Al Ikhlas ini? Kolonel Cpm Sudarma Setiawan mengaku cukup sederhana. “Kita hanya ingin prajurit Pomdam I/BB menjadi prajurit yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Dan syukur alhamdulillah, saat ini setiap masuk waktu sholat, seluruh prajurit Pomdam I/BB yang ada di markas, langsung menunaikan ibadah sholat berjamaah,” paparnya.


Kolonel Cpm Sudarma Setiawan juga berkeinginan, dengan menegakkan sholat berjamaah di Masjid Al Ikhlas ini, maka prajurit Pomdam I/BB akan menjadi insan yang tidak hanya beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, tetapi juga bisa menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya, sehingga motto “Bersama Rakyat, TNI Kuat, Hebat dan Profesional” akan bisa diwujudkan.(Red)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya