» » Diduga Satreskrim Polres Batubara “Mengautopsi” Ramli Tanpa Ada Koordinasi Kepada keluarga Korban

Diduga Satreskrim Polres Batubara “Mengautopsi” Ramli Tanpa Ada Koordinasi Kepada keluarga Korban

Penulis By on 1.19.2020 |








DeteksiNusantara. id

“Setelah beberapa jam, anggota Polres Batubara menelpon JH, itu siapa abang..? JH menjawab itu keluarga saya bang. Lalu anggota Polres Batubara menyuruh JH agar datang ke kantor Polres Batubara”



Berdasarkan hal ini istri dan pihak keluarga Ramli alias Muslim membuat pengaduan masyarakat, ke Propam Polda Sumatera Utara. Sabtu 18/1/20).


Melalui kuasa hukumnya Rita Wahyuni S.H dan Rekan, pihak istri dan keluarga Ramli alias Muslim meminta dan menyampaikan ke Polda- SU antara lain;
Keberatan atas penangkapan yang dilakukan oleh Polres Batu Bara atas diri Ramli, karena tidak ada menerima surat penangkapannya.
Penyebab kematiannya karena tembakan senjata api personel Polres Batu Bara yang bernama Brigadir Syahputra M. Hasibuan (berdasarkan pemberitaan media online merdeka.com, Rabu(11/12/19).


Keberatan atas luka robek yang dijahit terdapat di sekujur tubuh mayat almarhum, mulai dari tenggorokan lurus ke bawah sampai ke pangkal kemaluan. Luka robek yang dijahit dikepala dimulai dari telinga kiri sampai telinga kanan,karena sudah diketahui penyebab tewasnya.
Tidak adanya izin baik tertulis maupun secara lisan terkait autopsi yang dilakukan oleh polres Batu Bara.


Sementara Pihak keluarga menduga pihak Kepolisian telah melakukan perbuatan melawan hukum yakni dengan adanya luka tembak dipunggung mayat almarhum Ramli.
Menduga adanya penganiayaan terhadap tubuh mayat Ramli, yang yang terlihat jelas luka memar lembam lecet disekujur tubuh.
Meminta kepada Bapak Kapolda-SU, untuk dilakukan autopsi ulang terhadap mayat Ramli,guna memastikan tidak hilangnya organ tubuh bagian dalam tubuh mayat almarhum Ramli.


Tim awak media berinisial JH langsung konfirmasi kepada Kapoldasu melalui pesan singkat pada hari Jumat, 17 Januari 2020 Sekitar pukul 10:00 WIB dan Kapoldasu menjawab hasil konfirmasi tim awak media saya teruskan ke Kapolres Batubara terkait Kasus ini.


Setelah beberapa jam, anggota Polres Batubara menelpon JH, itu siapa abang..? JH menjawab itu keluarga saya bang. Lalu anggota Polres Batubara menyuruh JH agar datang ke kantor Polres Batubara.


JH menjawab siap bang, kita akan berangkat Ke kantor abang. Awak media mendapatkan informasi dari rekan-rekan yang tidak di kasih tahu namanya bahwasanya JH dan kuasa hukum keluarga Ramli berangkat ke Polres Batubara diduga untuk melakukan perdamaian. Dan anehnya hukum di Indonesia ini diduga bisa di bayar dengan uang. (red)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya