» » » Diduga Langgar Larangan Berkumpul, Security Hotel Aston Usir Wartawan Liput Kegiatan Komunitas "Hector Trade"

Diduga Langgar Larangan Berkumpul, Security Hotel Aston Usir Wartawan Liput Kegiatan Komunitas "Hector Trade"

Penulis By on 3.22.2020 |


DeteksiNusantara.id || MEDAN

Patut dicurigai masuknya Hector Trade Community ke Kota Medan. Pasalnya, disebut-sebut perusahaan Hector tersebut merupakan salah satu situs bisnis online yang diduga sangat tertutup pada publik.

Beberapa wartawan yang mengetahui masuknya Community tersebut dan menyelenggarakan kegiatan di Hotel Grand Aston, Medan, Sabtu (21/3/2020).

Berdasarkan informasi tersebut, sejumlah wartawan pun langsung menuju Hotel Grand Aston dan benar saja kegiatan tersebut benar adanya

Anehnnya, pihak komunitas tersebut seakan tidak mengindahkan perintah maupun himbauan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dan diteruskan kepada jajaran Menteri, jajaran institusi TNI-Polri, Gubernur, Bupati, Walikota, tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (Covid 19), yang mengintruksikan untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri.

Sejumlah wartawan pun mencoba mencari tahu bagaimana sesungguhnya bentuk oprasional Komunitas ini. Mengigat sebelum-sebelumnya sudah banyak perusahaan online bermoduskan investasi melakukan penipuan dan memakan banyak korban yang merasa dirugikan.

Terlihat beberapa orang yang berseliweran di lobi hotel tersebut, wartawan melihat banyak orang-orang berpakaian kaos putih bertuliskan label "H" di depan bajunya.

Namun anehnya begitu melihat kehadiran wartawan, pihak panitia langsung menuntup ball room tempat acara tersebut dilaksanakan, sebeluma pintu tersebut terbuka dikarenakan memasuki masa jeda, langsung ditutup.

Melihat situasi kurang nyaman wartawan yang berjumlah 3 personil yang berasal dari berbagai media memilih untuk tidak masuk ketempat berjalannya acara sehingga tidak megetahui samasekali apapun yang mereka bicarakan didalam.

Selanjutnya, awak media nmasuk keruang kaca khusus untuk merokok. Hanya diruangan itu wartawan bertemu kelompok komunitas yang sedang meroko di ruangan smoking area.

Dalam kesempatan itu, wartawanpun mencoba untuk berinteraksi dan mertanyakan darimana asal kota kedatangan mereka masing-masing dan bagaimana tata cara berivestsi di Hektor ini. yang hadir diruang kaca itu berkenan menjawab malah mereka mengatakan "kalau pertemuan ini hanya bisa dihadiri oleh komunitas yang diundang saja," ujar peserta komunitas yang mengaku berasal dari Kota Bekasi.

Parahnya, ternyata pertanyaan tentang bagaimana cara nerivestsi disini membuat ketersinggungan sehigga salah seorang oknum yang diduga masuk didalam kepanitiaan mengajak berdebat dan menuding wartawan mengintrogasi karena  banyak bertanya kepada peserta.

Kemudian, oknum yang terkesan arogan tersebut mengatakan kalau tamu yang tidak diundang dilarang masuk, padahal oknum itu juga mengetahui kalau wartawan sama sekali tidak ada masuk ketempat diselenggarakannya acara tetapi hanya duduk nongkrong diruang smoking area.

Merasa tidak senang dengan keberadaan wartawan, membuat oknum itu tidak senang dan memerintahkan security hotel Grand Aston untuk mengusir wartawan tersebut. Disitu sempat terjadi adu debat dan wartawanpun melontarkan pertanyaan tentang mengapa pihak penyelenggara  begitu curiga dengan orang lain, apakah Hektor ini tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan maupun izin dari pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara.

Staf Humas OJK Regional V Sumbagut Edy Gunawan saat dikonfirmasi apakah Hektor terdaftar di OJK?. Menurutnya mesti dicek dulu di 157  untuk bisa mengetahuinya apakah Hektor telah memiliki izin. (red)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya